Direktur Jenderal Penanganan Fakir Miskin (PFM) Kemensos Andi ZA Dulung (Foto:Dok)
Direktur Jenderal Penanganan Fakir Miskin (PFM) Kemensos Andi ZA Dulung (Foto:Dok)

Kemensos Optimistis BPNT Jangkau Seluruh Daerah Tahun Ini

Nasional Berita Kemensos
Gervin Nathaniel Purba • 11 September 2019 19:00
Yogyakarta: Kementerian Sosial (Kemensos) optimistis seluruh kabupten di Indonesia bisa melaksanakan transformasi Bantuan Sosial Beras Sejahtera (Bansos Rastra) menjadi Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) pada September 2019.
 
"Kami sangat optimistis BPNT terlaksana pada tahun ini. Dari 514 kabupaten, tinggal 202 kabupaten yang belum melaksanakan BPNT. Sekarang ini saatnya," ujar Direktur Jenderal Penanganan Fakir Miskin (PFM) Kemensos Andi ZA Dulung, di Yogyakarta, Rabu, 11 September 2019.
 
Kemensos telah melakukan berbagai persiapan untuk memastikan BPNT menjangkau hingga daerah 3T (tertinggal, terdepan, terluar).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kesiapannya memang sudah sejak tahun lalu. Artinya, persiapan bertahap dan semakin hari semakin siap. Kalau ditunda, tidak akan ada perkembangan signifikan. September harus dimulai," ujar Jenderal PFM Andi.
 
Di sejumlah daerah yang aksesnya sulit, Kemensos melakukan persiapan dengan melibatkan kementerian lain. Untuk daerah blank spot misalnya, Kemensos menggandeng Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) untuk mengatasinya.
 
Selain itu, Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) juga turut andil menyiapkan segala sarana dan prasarana yang dibutuhkan untuk pelaksanaan BPNT. Contohnya, di Papua. Himbara mencari titik optimal untuk memasang alat agar permasalahan teknis di lapangan bisa teratasi.
 
Jika semua daerah telah melaksanakan BPNT, Kemensos optimistis angka kemiskinan akan turun menjadi kisaran 9 persen, dari sebelumnya 9,42 persen. Pada 2018, angka kemiskinan 9,66 persen.
 
"Targetnya dulu antara delapan hingga sembilan persen pada akhir 2019. Harapannya demikian. Kita fokus kerja menyejahterakan rakyat. Yang menilai (penurunan kemiskinan) BPS (Badan Pusat Statistik),” ujarnya.
 
Kemensos Optimistis BPNT Jangkau Seluruh Daerah Tahun Ini


Konsisten Perbaiki Data


Selain melaksanakan BPNT di seluruh wilayah, Kemensos juga terus melakukan perbaikan data. Perbaikan data ini dengan cara mengeluarkan warga yang tidak berhak, namun masuk dalam Basis Data Terpadu (BDT). Kemudian, memasukkan warga yang berhak, namun selama ini masih belum menerima bantuan.
 
Dirjen PFM Andi mengakui membersihkan data merupakan pekerjaan yang tidak mudah karena akan berdampak pada persoalan-persoalan di lapangan.
 
Kemensos Optimistis BPNT Jangkau Seluruh Daerah Tahun Ini
 
"Pada prinsipnya ada orang sekian juta yang tidak berhak, yaitu mereka yang sudah meninggal, atau sudah tidak miskin lagi, namun masih ada dalam BDT. Nah, mereka ini kita keluarkan. Kemudian, diisi oleh orang lain yang berhak, namun selama ini tidak termasuk di BDT," kata Dirjen PFM Andi.
 
Kemensos sebenarnya sudah melakukan penyisiran data sejak lama, namun dilakukan bertahap. Pembersihan data tersebut termasuk orang yang benar-benar miskin dan berhak menerima bantuan namun ikut dikeluarkan dari BDT. Untuk kasus ini, Kemensos sangat terbuka untuk memasukkan mereka kembali dalam BDT.
 
"Kalau memang ada orangnya dan benar-benar miskin, dia bisa masuk lagi. Daerah tinggal lapor kepada kita," katanya.
 
Dengan pembersihan data ini diharapkan pada Januari 2020, Kemensos memiliki data terbaru dan valid. Data-data tersebut akan sesuai dengan NIK yang ada di Disdukcapil. "Januari 2020, targetnya kita sudah punya data yang luar biasa," ucap Andi.
 

(ROS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif