Massa aksi lari berhamburan menghindari gas air mata saat terlibat bentrok dengan polisi di Jalan Wahid Hasyim, depan gedung Bawaslu, Jakarta. Foto: MI/Ramdani.
Massa aksi lari berhamburan menghindari gas air mata saat terlibat bentrok dengan polisi di Jalan Wahid Hasyim, depan gedung Bawaslu, Jakarta. Foto: MI/Ramdani.

Video Kerusuhan 22 Mei Dibedah di Jerman

Nasional Demo Massa Penolak Pemilu
Ilham Pratama Putra • 25 Juni 2019 16:56
Jakarta: Lembaga Hak Asasi Manusia (HAM) Amnesty Internasional Indonesia mengaku mengirimkan video diduga penyiksaan pada penanganan kerusuhan Rabu, 22 Mei 2019, ke Jerman. Hal ini untuk memastikan dugaan beragam pelanggaran HAM oleh polisi.
 
"Kesimpulan (penyiksaan) tersebut juga diperkuat oleh bukti video yang diterima dan telah diverifikasi oleh Tim Fakta Amnesty International (Digital Verification Corps) di Berlin, Jerman," kata peneliti Amnesty International Indonesia Papang Hidayat, di Kantor Amnesty Indonesia, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa, 25 Mei 2019.
 
Ada beberapa video yang dikirimkan Amnesty Internasional Indonesia. Rekaman meliputi penyiksaan seorang pria di Kampung Bali, Jakarta Pusat, serta penyiksaan pria dengan rompi petugas medis di belakang Kedutaan Besar Spanyol, perempatan Jalan Wahid Hasyim dan Agus Salim.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dia mengatakan proses ini adalah bagian pertama rangkaian investigasi Amnesty International terhadap dugaan pelanggaran-pelanggaran HAM serius pada 21 sampai 23 Mei 2019. Ini juga meliputi investigasi pembunuhan di luar hukum terhadap 10 orang diduga perusuh.
 
"Penangkapan dan penahanan yang sewenang-wenang serta penggunaan kekuatan berlebihan oleh polisi terhadap demonstran maupun orang-orang yang berada di lokasi kejadian," lanjut Papang.
 
Tak hanya video, Papang mengaku Amnesty Internasional Indonesia telah mengumpulkan informasi terpercaya untuk mengusut kasus penyiksaan ini. Pihaknya telah mewawancarai saksi, korban, dan keluarga korban dalam investigasi selama satu bulan.
 
Baca: Amnesty Buat Surat Terbuka Investigasi Penyiksaan di Kampung Bali
 
Saat ini, pihaknya menunggu pemerintah mengumumkan siapa saja pelaku penyiksaan itu. Amnesty Internasional Indonesia menganggap penyiksaan perusuh setelah pengumuman hasil pemilihan umum (pemilu) ini membuktikan kegagalan Indonesia untuk membendung praktik penyiksaan.
 
"Pertama adalah penyiksaan bukan bagian dari tindak pidana dalam sistem kita. Kedua, mekanisme sistem investigasi dugaan penyiksaan itu harus dilakukan independen. Bukan dari institusi yang melakukan. Itu pekerjaan rumah buat pemerintah saat ini," pungkas Papang.
 

(OGI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif