Ledakan. Ilustrasi: Medcom.id/Mohammad Rizal.
Ledakan. Ilustrasi: Medcom.id/Mohammad Rizal.

MUI Berharap Pelaku Teror di Sri Lanka Dihukum Berat

Nasional Ledakan Sri Lanka
Arga sumantri • 22 April 2019 11:05
Jakarta: Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengutuk keras teror bom di Sri Lanka. Ratusan orang menjadi korban ledakan yang terjadi di tiga gereja dan tiga hotel itu.
 
Sekretaris Jenderal MUI Anwar Abbas berharap kepolisian Sri Lanka segera mengungkap dan menangkap para pelaku teror itu. Tindakan para pelaku sudah berada di luar batas kemanusiaan.
 
"Seret mereka ke meja hijau untuk diadili dan dijatuhi hukuman yang seberat-beratnya," kata Anwar Abbas di Jakarta, Senin, 22 April 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut dia, tindakan pelaku merupakan perbuatan tercela tidak beradab. Aksi ini, kata dia, harus ditindak dan dihentikan.
 
MUI juga menyampaikan ucapan belasungkawa kepada para keluarga korban agar tetap tabah dan sabar dalam menghadapi cobaan. MUI juga meminta masyarakat dunia untuk tidak mengaitkan tindakan biadab itu dengan agama.
 
"Agar masalah ini tidak melebar ke mana-mana."
 
Enam ledakan terjadi di Sri Lanka saat peringatan Paskah, Minggu, 21 April 2019. Ledakan tercatat terjadi di gereja St Antony's Shrine, St Sebastian's Church, dan gereja kota Batticaloa. Tiga hotel di Ibu Kota Sri Lanka turut diguncang bom di waktu yang hampir bersamaan.
 
Namun, pemerintah Sri Lanka menyebutkan ada delapan ledakan. Dua dari delapan ledakan sisanya adalah bom bunuh diri.
 
Baca: Para Pemimpin Dunia Kutuk Serangan Teroris di Sri Lanka
 
Hingga Minggu, 21 April 2019 malam waktu Sri Lanka, jumlah korban tewas mencapai 207 orang, sedangkan yang luka 450. Kepolisian Sri Laka menyebut 35 warga negara asing (WNA) masuk dalam daftar korban tewas.
 
Para WNA itu meliputi kewarganegaraan Amerika Serikat, Inggris, Tiongkok, Belanda, dan Portugal. New Delhi mengatakan tiga warga India tewas dalam ledakan di Sri Lanka.
 
Belum ada pihak yang mengklaim bertanggung jawab atas serangan bom. Namun pemerintah Sri Lanka mengaku telah menangkap delapan orang. Tim investigasi akan memeriksa apakah mereka memiliki kaitan dengan grup asing.
 

(OGI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

MAGHRIB 17:47
DOWNLOAD JADWAL

Untuk Jakarta dan sekitarnya

  • IMSAK04:25
  • SUBUH04:35
  • DZUHUR11:53
  • ASHAR15:14
  • ISYA19:00

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif