Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas. Dok. Istimewa
Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas. Dok. Istimewa

Menag Larang Jajarannya Cuti Mudik untuk Persiapan Haji

Nasional Mudik Lebaran kementerian agama haji ibadah haji Yaqut Cholil Qoumas Lebaran 2022 Mudik Lebaran 2022
Antara • 21 April 2022 19:40
Jakarta: Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menginstruksikan jajarannya di Kementerian Agama agar tidak cuti mudik untuk mempersiapkan pemberangkatan jemaah haji 1443 Hijriah/2022 Masehi. Persiapan teknis pemberangkatan haji masih terus berjalan.
 
"Jadi saya instruksikan jajaran agar tak cuti mudik. Harus standby mempersiapkan persiapan keberangkatan haji," ujar Menag di Kantor PBNU di Jakarta, Kamis, 21 April 2022.
 
Yaqut mengatakan persiapan ibadah haji di dalam negeri maupun Arab Saudi terus dimatangkan. Sejumlah persiapan itu, di antaranya timeline penyelenggaraan ibadah haji yang meliputi persiapan transportasi, persiapan petugas, persiapan visa, persiapan pembinaan manasik, persiapan asuransi, persiapan layanan akomodasi di Arab Saudi, serta persiapan vaksinasi jamaah haji.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Untuk penyelenggaraan haji tahun ini, Indonesia mendapat kuota 100.051 orang. Jumlah itu setengah dari kuota normal.
 
Meski dipangkas, Yaqut bersyukur Indonesia dapat kembali memberangkatkan jemaah haji setelah dua tahun tertunda. "Itu konsekuensi, kita lakukan cut off. Kami kurangi jemaah yang di masa normal itu 221 ribu. Sekarang kita dapat 50 persen dari itu," kata dia.
 
Menurut dia, calon jemaah haji yang akan berangkat pada tahun ini adalah mereka yang masuk dalam daftar antrean keberangkatan 2020 dan 2021 yang mencapai 221 ribu orang. "Karena itu daftar antrean di 2020 dan 2021 itu kami prioritaskan terlebih dulu dan pengurangan sesuai jumlah kuota," kata dia.
 
Baca: Kemenag: Aturan Batas Usia Jemaah Haji Harus Diikuti
 
Nantinya, nama-nama yang akan berangkat berdasarkan nomor urut calon jemaah. Namun, Kemenag akan mengecek umur dan kesehatan para calon jemaah apakah memenuhi kriteria untuk diberangkatkan atau tidak.
 
"Kan itu ada nomor urut antrean. Itu ada 1 sampai 221 ribu. Karena kita dapat kuota separuhnya, ya, kita ambil di separuhnya. Tentu dari antrean 1 sampai sampai 100 ribu ini ada beberapa hal mereka enggak bisa berangkat. Misal Saudi membatasi usia 65. Nanti diganti yang 65 itu," kata dia.
 
(AZF)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif