ABK WNI yang kembali ke Jerman untuk bekerja di kapal pesiar. Foto: Dok.KBRI Berlin
ABK WNI yang kembali ke Jerman untuk bekerja di kapal pesiar. Foto: Dok.KBRI Berlin

Pemerintah Berkomitmen Melindungi AKP dari Pelanggaran HAM

Nasional ABK WNI
Theofilus Ifan Sucipto • 30 Juli 2020 13:14
Jakarta: Pemerintah berkomitmen melindungi mereka dari kekerasan dan pelanggaran hak asasi manusia (HAM). Sebab, pekerjaan sebagai awak kapal perikanan (AKP) dinilai tidak mudah.
 
"Organisasi buruh internasional (ILO) pada 2006 bilang pekerjaan di bidang perikanan adalah 3D. Dirty (kotor), dangerous (berbahaya), dan difficult (sulit)," kata Asisten Deputi Keamanan dan Ketahanan Maritim, Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Investasi, Basilio Dias Araujo, dalam diskusi virtual di Jakarta, Kamis, 30 Juli 2020.
 
Basilio menyebut Indonesia penyuplai pelaut terbanyak ketiga di dunia. Sebanyak 1.172.508 pelaut berasal dari Indonesia.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Jumlah tersebut, kata Basilio, belum ditambah lulusan akademi maritim dan pelayaran. Berdasarkan data Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan, ada 1.862 lulusan pada 2018.
 
"Indonesia bisa memproduksi dua ribuan orang per tahun dan ini potensi sangat besar," ujar dia.
 
Baca: Kerangka Hukum Berbelit Persulit Perlindungan Awak Kapal
 
Basilio mengatakan potensi itu harus diimbangi dengan perlindungan maksimal. Dia tidak ingin Indonesia sebagai salah satu penyuplai pelaut terbanyak malah mengalami kekerasan.
 
Pemerintah telah membentuk Tim Nasional Pelindungan Awak Kapal Perikanan Indonesia. Tim tersebut beranggotakan lintas kementerian seperti Kemenko Kemaritiman, Kementerian Kelautan dan Perikanan, serta pemangku kepentingan.
 
"Tim ini aktif menangani kasus-kasus yang dialami awak kapal Indonesia di dalam dan luar negeri," ujar Basilio.
 
Ketua Tim Nasional Pelindungan Awak Kapal Perikanan Indonesia itu mengungkapkan sejumlah kasus yang telah ditangani. Misalnya kasus pelarungan anak buah kapal (ABK) di Kapal Long Xin 629 milik Tiongkok.
 
Basilio mengatakan saat ini Tim Nasional Pelindungan Awak Kapal Perikanan sedang menyiapkan rencana aksi nasional. Rencana tersebut untuk mempertegas komitmen pemerintah melindungi AKP.
 

(JMS)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif