Jakarta: Setiap kali merayakan Idulfitri, kalimat "Taqabbalallahu minna wa minkum" sering menggema di antara jemaah dan sanak saudara. Meskipun ucapan "Minal Aidin Wal Faizin" juga populer di Indonesia, kalimat Taqabbalallahu minna wa minkum memiliki kedudukan istimewa karena merupakan tradisi yang dilakukan oleh para sahabat Rasulullah SAW.
Apa Arti Taqabbalallahu Minna Wa Minkum?
Secara harfiah, kalimat ini berasal dari bahasa Arab yang berarti:
"Semoga Allah menerima (amal ibadah) kami dan kamu."
Ucapan ini bukan sekadar kata selamat, melainkan sebuah doa yang tulus agar seluruh rangkaian ibadah selama bulan Ramadan mulai dari puasa, salat tarawih, zakat, hingga tadarus Al-Qur'an diterima oleh Allah SWT sebagai amal saleh.
Asal-Usul dan Sunnah Sahabat
Dalam riwayat sejarah Islam, para sahabat Nabi Muhammad SAW terbiasa mengucapkan kalimat ini ketika bertemu satu sama lain di hari raya. Sebagaimana disebutkan dalam sebuah riwayat: "Dari Jubair bin Nufair, ia berkata: Bahwa para sahabat Rasulullah SAW jika bertemu di hari raya, mereka mengucapkan satu sama lain: Taqabbalallahu minna wa minkum."
Oleh karena itu, mengucapkan kalimat ini dianggap sebagai bagian dari menghidupkan sunnah dan tradisi salafus shalih dalam merayakan kemenangan spiritual.
Baca Juga :
Ragam Amalan Sunnah Hari Raya Idulfitri Sesuai Tuntunan Rasulullah SAW
Cara Menjawab yang Benar
Sering kali kita merasa bingung bagaimana cara membalas ucapan tersebut. Sesuai dengan tuntunan, ada beberapa cara untuk menjawabnya, yaitu kamu bisa menjawab kembali dengan "Taqabbalallahu minna wa minkum", yang artinya adalah semoga Allah menerima dari kami dan darimu juga.
Sobat Medcom bisa juga menjawabnya dengan "Minna wa minkum taqabbal ya Karim" yang berarti, dari kami dan darimu, terimalah wahai Zat Yang Maha Pemurah.
Berbeda dengan ucapan selamat biasa, Taqabbalallahu minna wa minkum menitikberatkan pada aspek spiritual. Hari Raya Idulfitri bukan hanya tentang baju baru atau hidangan lezat, melainkan tentang harapan agar transformasi diri selama Ramadan diakui oleh Sang Pencipta. Ucapan ini mempererat tali silaturahmi sekaligus saling mendoakan kebaikan di antara sesama Muslim.
(Fany Wirda Putri)
Jakarta: Setiap kali merayakan Idulfitri, kalimat "
Taqabbalallahu minna wa minkum" sering menggema di antara jemaah dan sanak saudara. Meskipun ucapan "Minal Aidin Wal Faizin" juga populer di Indonesia, kalimat Taqabbalallahu minna wa minkum memiliki kedudukan istimewa karena merupakan tradisi yang dilakukan oleh para sahabat Rasulullah SAW.
Apa Arti Taqabbalallahu Minna Wa Minkum?
Secara harfiah, kalimat ini berasal dari bahasa Arab yang berarti:
"Semoga Allah menerima (amal ibadah) kami dan kamu."
Ucapan ini bukan sekadar kata selamat, melainkan sebuah
doa yang tulus agar seluruh rangkaian ibadah selama bulan Ramadan mulai dari puasa, salat tarawih, zakat, hingga tadarus Al-Qur'an diterima oleh Allah SWT sebagai amal saleh.
Asal-Usul dan Sunnah Sahabat
Dalam riwayat sejarah Islam, para sahabat Nabi Muhammad SAW terbiasa mengucapkan kalimat ini ketika bertemu satu sama lain di hari raya. Sebagaimana disebutkan dalam sebuah riwayat: "Dari Jubair bin Nufair, ia berkata: Bahwa para sahabat Rasulullah SAW jika bertemu di hari raya, mereka mengucapkan satu sama lain: Taqabbalallahu minna wa minkum."
Oleh karena itu, mengucapkan kalimat ini dianggap sebagai bagian dari menghidupkan sunnah dan tradisi salafus shalih dalam merayakan kemenangan spiritual.
Cara Menjawab yang Benar
Sering kali kita merasa bingung bagaimana cara membalas ucapan tersebut. Sesuai dengan tuntunan, ada beberapa cara untuk menjawabnya, yaitu kamu bisa menjawab kembali dengan "Taqabbalallahu minna wa minkum", yang artinya adalah semoga Allah menerima dari kami dan darimu juga.
Sobat Medcom bisa juga menjawabnya dengan "Minna wa minkum taqabbal ya Karim" yang berarti, dari kami dan darimu, terimalah wahai Zat Yang Maha Pemurah.
Berbeda dengan ucapan selamat biasa, Taqabbalallahu minna wa minkum menitikberatkan pada aspek spiritual. Hari Raya Idulfitri bukan hanya tentang baju baru atau hidangan lezat, melainkan tentang harapan agar transformasi diri selama Ramadan diakui oleh Sang Pencipta. Ucapan ini mempererat tali silaturahmi sekaligus saling mendoakan kebaikan di antara sesama Muslim.
(
Fany Wirda Putri)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(RUL)