Jakarta: Hari Raya Idulfitri bukan sekadar momen kemenangan setelah sebulan penuh berpuasa, tetapi juga kesempatan emas untuk mendulang pahala dengan mengikuti teladan Nabi Muhammad SAW. Menghidupkan sunnah di hari raya akan membuat suasana Lebaran terasa lebih bermakna dan penuh keberkahan.
Berdasarkan tuntunan Rasulullah SAW berikut adalah 6 amalan sunnah yang sebaiknya kita kerjakan di Hari Raya Idulfitri.
Mandi Sebelum Berangkat Salat Id
Salah satu adab utama menyambut hari kemenangan adalah membersihkan diri. Rasulullah SAW membiasakan diri untuk mandi janabah atau mandi sunnah sebelum menuju tempat salat. Tujuannya agar kondisi tubuh segar dan bersih saat berkumpul bersama kaum muslimin lainnya.
Mengenakan Pakaian Terbaik dan Wewangian
Hari Raya adalah hari perhiasan. Sunnah bagi laki-laki untuk memakai pakaian terbaik yang dimiliki (tidak harus baru, yang penting bersih dan rapi) serta menggunakan wewangian atau parfum. Hal ini menunjukkan rasa syukur dan penghormatan terhadap hari besar umat Islam.
Makan Sebelum Melaksanakan Salat Id
Berbeda dengan Idul Adha yang disunnahkan berpuasa hingga selesai salat, pada Idulfitri kita justru disunnahkan untuk makan terlebih dahulu. Rasulullah SAW biasanya memakan beberapa butir kurma dalam jumlah ganjil (tiga, lima, atau tujuh) sebelum berangkat ke musala atau lapangan. Ini menjadi penanda bahwa hari tersebut sudah tidak lagi diperbolehkan berpuasa.
Mengumandangkan Takbir
Menghidupkan malam Idulfitri hingga pagi hari dengan kalimat takbir, tahmid, dan tahlil adalah syiar yang sangat dianjurkan. Takbir mulai dikumandangkan sejak terbenamnya matahari pada malam terakhir Ramadan hingga imam memulai salat Id. Ini adalah bentuk pengagungan kepada Allah SWT atas petunjuk-Nya.
Baca Juga :
Tak Cuma Ketupat! Ini 7 Tradisi Unik Lebaran di Dunia
Melewati Jalan yang Berbeda saat Pergi dan Pulang
Rasulullah SAW memiliki kebiasaan unik, yaitu mengambil rute perjalanan yang berbeda saat berangkat menuju tempat salat dan saat kembali ke rumah. Hikmah di baliknya antara lain agar dapat bertemu dan menyapa lebih banyak orang serta agar setiap jalan yang dilewati menjadi saksi ibadah kita di akhirat kelak.
Mengucapkan Selamat (Tahni’ah)
Tradisi saling mendoakan dan mengucapkan selamat sangat dianjurkan. Kalimat yang populer di kalangan para sahabat Nabi adalah "Taqabbalallahu minna wa minkum" (Semoga Allah menerima amal ibadah kami dan kalian). Hal ini mempererat tali silaturahmi dan menanamkan rasa kasih sayang antar sesama.
Mengamalkan sunnah-sunnah di atas adalah bentuk kecintaan kita kepada Rasulullah SAW. Mari kita jadikan Idulfitri 2026 ini bukan hanya sekadar perayaan meriah, tapi juga momentum untuk meningkatkan kualitas ibadah kita.
(Fany Wirda Putri)
Jakarta: Hari Raya
Idulfitri bukan sekadar momen kemenangan setelah sebulan penuh berpuasa, tetapi juga kesempatan emas untuk mendulang pahala dengan mengikuti teladan Nabi Muhammad SAW. Menghidupkan sunnah di hari raya akan membuat suasana Lebaran terasa lebih bermakna dan penuh keberkahan.
Berdasarkan tuntunan Rasulullah SAW berikut adalah
6 amalan sunnah yang sebaiknya kita kerjakan di Hari Raya Idulfitri.
Mandi Sebelum Berangkat Salat Id
Salah satu adab utama menyambut hari kemenangan adalah membersihkan diri. Rasulullah SAW membiasakan diri untuk mandi janabah atau mandi sunnah sebelum menuju tempat salat. Tujuannya agar kondisi tubuh segar dan bersih saat berkumpul bersama kaum muslimin lainnya.
Mengenakan Pakaian Terbaik dan Wewangian
Hari Raya adalah hari perhiasan. Sunnah bagi laki-laki untuk memakai pakaian terbaik yang dimiliki (tidak harus baru, yang penting bersih dan rapi) serta menggunakan wewangian atau parfum. Hal ini menunjukkan rasa syukur dan penghormatan terhadap hari besar umat Islam.
Makan Sebelum Melaksanakan Salat Id
Berbeda dengan Idul Adha yang disunnahkan berpuasa hingga selesai salat, pada Idulfitri kita justru disunnahkan untuk makan terlebih dahulu. Rasulullah SAW biasanya memakan beberapa butir kurma dalam jumlah ganjil (tiga, lima, atau tujuh) sebelum berangkat ke musala atau lapangan. Ini menjadi penanda bahwa hari tersebut sudah tidak lagi diperbolehkan berpuasa.
Mengumandangkan Takbir
Menghidupkan malam Idulfitri hingga pagi hari dengan kalimat takbir, tahmid, dan tahlil adalah syiar yang sangat dianjurkan. Takbir mulai dikumandangkan sejak terbenamnya matahari pada malam terakhir Ramadan hingga imam memulai salat Id. Ini adalah bentuk pengagungan kepada Allah SWT atas petunjuk-Nya.
Melewati Jalan yang Berbeda saat Pergi dan Pulang
Rasulullah SAW memiliki kebiasaan unik, yaitu mengambil rute perjalanan yang berbeda saat berangkat menuju tempat salat dan saat kembali ke rumah. Hikmah di baliknya antara lain agar dapat bertemu dan menyapa lebih banyak orang serta agar setiap jalan yang dilewati menjadi saksi ibadah kita di akhirat kelak.
Mengucapkan Selamat (Tahni’ah)
Tradisi saling mendoakan dan mengucapkan selamat sangat dianjurkan. Kalimat yang populer di kalangan para sahabat Nabi adalah "Taqabbalallahu minna wa minkum" (Semoga Allah menerima amal ibadah kami dan kalian). Hal ini mempererat tali silaturahmi dan menanamkan rasa kasih sayang antar sesama.
Mengamalkan sunnah-sunnah di atas adalah bentuk kecintaan kita kepada Rasulullah SAW. Mari kita jadikan Idulfitri 2026 ini bukan hanya sekadar perayaan meriah, tapi juga momentum untuk meningkatkan kualitas ibadah kita.
(
Fany Wirda Putri)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(RUL)