Jakarta: Perayaan Paskah 2026 di Gereja Katedral Jakarta menghadirkan pesan yang lebih luas dari sekadar ibadah. Umat diajak untuk semakin peduli terhadap lingkungan sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap wastra Nusantara sebagai bagian dari identitas budaya.
Semangat ini sejalan dengan arah dasar Keuskupan Agung Jakarta yang menekankan pentingnya menjaga keutuhan alam ciptaan melalui aksi nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Humas Keuskupan Agung Jakarta dan Gereja Katedral Susyana Suwadie mengatakan, perayaan Paskah di Gereja Katedral tahun ini mengambil tema dari arah dasar Keuskupan Agung Jakarta yang kelima, yaitu mengenai kepedulian kepada keutuhan alam ciptaan.
"Di sini semua umat diajak untuk melakukan pertobatan ekologis, yaitu bagaimana menjadikan bumi kita sebagai rumah kita bersama. Intinya bagaimana Katedral mencoba untuk tetap selalu mendukung dan mencintai wastra Nusantara kita," katanya di Gereja Katedral, Jakarta, dilansir Antara, Jumat, 3 April 2026.
Daur ulang dan dekorasi ramah lingkungan
Ia menambahkan, Keuskupan Agung juga mengajak seluruh umat untuk membiasakan kegiatan daur ulang sampah sebagai wujud nyata pengamalan ajaran-ajaran dari Keuskupan Agung untuk mencintai sesama dan alam semesta.
"Contohnya seperti Bukit Golgota itu menggunakan batu-batuan itu bukan membeli, melainkan mengambil dari sisa-sisa pembangunan, kemudian juga kertas-kertas dan lain sebagainya. Kami juga sempat mengawali dekorasi sebelum kegiatan Pekan Suci itu dengan menanam 16 pohon palem di sudut patung Kristus Raja," paparnya.
Rangkaian ibadah dan kuota jemaah
Katedral Jakarta menyediakan 5.000 kursi setiap harinya dalam rangkaian ibadah Tri Hari Suci Paskah 2026, termasuk untuk ibadah Jumat Agung yang diselenggarakan hari ini.
Ibadat Jumat Agung akan dilaksanakan setelah selesainya Jalan Salib sebanyak tiga kali, yakni pukul 12.00 WIB , pukul 15.00 WIB , dan pukul 18.00 WIB, yang akan diselenggarakan secara hibrida.
Ibadah pukul 12.00 WIB akan dipersembahkan oleh Romo Yusuf Edi Mulyono, pukul 15.00 WIB oleh Romo Makarius Marsono, dan pukul 18.00 WIB dipersembahkan oleh Romo Yohanes Deodatus.
"Untuk pendaftaran registrasi itu sudah penuh di pukul 12.00 WIB dan pukul 15.00 WIB, kecuali pukul 18.00 WIB mungkin tersisa sedikit," ucap Susyana.
Layanan ibadah hibrida disediakan karena Katedral Jakarta juga ingin memfasilitasi lansia atau umat yang sakit sehingga tidak bisa hadir secara langsung.
Jakarta:
Perayaan Paskah 2026 di Gereja Katedral Jakarta menghadirkan pesan yang lebih luas dari sekadar ibadah. Umat diajak untuk semakin peduli terhadap lingkungan sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap wastra Nusantara sebagai bagian dari identitas budaya.
Semangat ini sejalan dengan arah dasar Keuskupan Agung Jakarta yang menekankan pentingnya menjaga keutuhan alam ciptaan melalui aksi nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Humas Keuskupan Agung Jakarta dan Gereja Katedral Susyana Suwadie mengatakan, perayaan Paskah di Gereja Katedral tahun ini mengambil tema dari arah dasar Keuskupan Agung Jakarta yang kelima, yaitu mengenai kepedulian kepada keutuhan alam ciptaan.
"Di sini semua umat diajak untuk melakukan pertobatan ekologis, yaitu bagaimana menjadikan bumi kita sebagai rumah kita bersama. Intinya bagaimana Katedral mencoba untuk tetap selalu mendukung dan mencintai wastra Nusantara kita," katanya di Gereja Katedral, Jakarta, dilansir Antara, Jumat, 3 April 2026.
Daur ulang dan dekorasi ramah lingkungan
Ia menambahkan, Keuskupan Agung juga mengajak seluruh umat untuk membiasakan kegiatan daur ulang sampah sebagai wujud nyata pengamalan ajaran-ajaran dari Keuskupan Agung untuk mencintai sesama dan alam semesta.
"Contohnya seperti Bukit Golgota itu menggunakan batu-batuan itu bukan membeli, melainkan mengambil dari sisa-sisa pembangunan, kemudian juga kertas-kertas dan lain sebagainya. Kami juga sempat mengawali dekorasi sebelum kegiatan Pekan Suci itu dengan menanam 16 pohon palem di sudut patung Kristus Raja," paparnya.
Rangkaian ibadah dan kuota jemaah
Katedral Jakarta menyediakan 5.000 kursi setiap harinya dalam rangkaian ibadah Tri Hari Suci Paskah 2026, termasuk untuk ibadah Jumat Agung yang diselenggarakan hari ini.
Ibadat Jumat Agung akan dilaksanakan setelah selesainya Jalan Salib sebanyak tiga kali, yakni pukul 12.00 WIB , pukul 15.00 WIB , dan pukul 18.00 WIB, yang akan diselenggarakan secara hibrida.
Ibadah pukul 12.00 WIB akan dipersembahkan oleh Romo Yusuf Edi Mulyono, pukul 15.00 WIB oleh Romo Makarius Marsono, dan pukul 18.00 WIB dipersembahkan oleh Romo Yohanes Deodatus.
"Untuk pendaftaran registrasi itu sudah penuh di pukul 12.00 WIB dan pukul 15.00 WIB, kecuali pukul 18.00 WIB mungkin tersisa sedikit," ucap Susyana.
Layanan ibadah hibrida disediakan karena Katedral Jakarta juga ingin memfasilitasi lansia atau umat yang sakit sehingga tidak bisa hadir secara langsung.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ANN)