Warga melintas di depan kapal yang terseret ke darat saat tsunami menerjang Desa Wani II, Kecamatan Tanantovea, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah. Foto: MI/M Taufan SP Bustan.
Warga melintas di depan kapal yang terseret ke darat saat tsunami menerjang Desa Wani II, Kecamatan Tanantovea, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah. Foto: MI/M Taufan SP Bustan.

Pembangunan Hunian Tetap di Sulteng Rampung 2 Tahun

Nasional Gempa Donggala
Achmad Zulfikar Fazli • 11 April 2019 16:39
Jakarta: Pemerintah akan mulai membangun hunian tetap (huntap) untuk pengungsi korban tsunami dan gempa di Palu dan Donggala, Sulawesi Tenggara. Pembangunan ini ditargetkan rampung pada 2021.
 
"Kelar dua tahun untuk semuanya," ujar Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR Basuki Hadimuldjono usai rapat dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Kamis, 11 April 2019.
 
Total ada sebesar 600 hektare (Ha) lahan yang akan disiapkan untuk membangun huntap ini. Namun, dari total lahan itu, baru sekitar 292 Ha yang telah aman untuk dibangun. Lokasinya ada di tiga daerah, yakni Pombewe, Tondu dan Duyu.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Huntap yang akan dibangun berupa rumah tipe 36 dengan luas tanah sekitar 150-200 meter persegi. Pasalnya, selain dibangun rumah, lahan tersebut juga akan dibangun fasilitas umum.
 
"Kalau luasannya kan pasti 60 persen dari lahan itu yang bisa dibangun untuk kavling-kavlingnya karena harus ada jalan, ada masjid ada puskesmas, pasar, ruang terbuka hijau, lapangan bola," ujar dia.
 
Baca: JK Dongkol Bantuan ke Pengungsi di Sulteng Lambat
 
Untuk lahan yang belum tersedia, dia menyerahkan sepenuhnya kepada pemerintah daerah. Yang pasti, kata dia, pemerintah akan langsung membangun huntap begitu lahan tersedia.
 
"Jadi apa yang selesai kita kerjakan, nanti terus bertahap tergantung lahannya," ucap dia.
 
Basuki menjelaskan 600 Ha lahan yang disiapkan untuk huntap berstatus hak guna bangunan (HGB). Untuk itu, Kementerian Agraria dan Tata Ruang perlu memastikan lahan tersebut masuk kriteria terlantar dan bisa dibangun huntap.
 
Dia memastikan pembangunan ini menggunakan dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). "Kalau yang ini huntap, huntara, fasilitas umum, iya (pakai dana APBN)," pungkas dia.
 

(OGI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

MAGHRIB 17:47
DOWNLOAD JADWAL

Untuk Jakarta dan sekitarnya

  • IMSAK04:26
  • SUBUH04:36
  • DZUHUR11:53
  • ASHAR15:14
  • ISYA19:00

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif