Anggota Basarnas mengevakuasi jenazah yang terjebak reruntuhan bangunan di Perumahan Nasional Balaroa, Palu Barat, Sulawesi Tengah. Foto: MI/Susanto.
Anggota Basarnas mengevakuasi jenazah yang terjebak reruntuhan bangunan di Perumahan Nasional Balaroa, Palu Barat, Sulawesi Tengah. Foto: MI/Susanto.

JK Dongkol Bantuan ke Pengungsi di Sulteng Lambat

Nasional Gempa Donggala
Achmad Zulfikar Fazli • 11 April 2019 15:55
Jakarta: Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) kesal pemberian bantuan untuk korban tsunami dan gempa di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah (Sulteng), berjalan lambat. Bahkan, bantuan jaminan hidup (jadup) untuk para pengungsi belum disalurkan.
 
"Tadi Pak JK sedikit marah karena ini sudah enam bulan masa masih verifikasi terus, ya kan," kata Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono usai rapat dengan JK di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Kamis, 11 April 2019.
 
Basuki menyampaikan Kementerian Sosial (Kemensos) memang belum menyalurkan jadub. Kementerian yang dipimpin Menteri Agus Gumiwang Kartasasmita itu beralasan masih menunggu surat dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut dia, bantuan tersebut seharusnya sudah mulai disalurkan. Apalagi penanganan darurat sudah berjalan sejak Desember 2018.
 
Basuki memastikan bantuan jadub tersalurkan setelah pengungsi masuk hunian sementara (huntara). Kemensos diminta segera menyiapkan bantuan tersebut sehingga pekan depan sudah disalurkan.
 
"Kemudian stimulan untuk 50 juta yang tidak direlokasi minggu depan juga harus disalurkan," ucap dia.
 
Baca: Pembangunan Huntara Gempa Palu Rampung
 
Basuki sebelumnya mengatakan pemerintah sudah menyelesaikan pembangunan 632 dari total 699 unit huntara di 70 lokasi. Pada April 2019 ini, 699 unit huntara akan terbangun dan dihuni oleh seluruh pengungsi.
 
"Satu unit (huntara) itu (diisi) 12 keluarga," kata Basuki.
 
Huntara sejauh imi sudah dihuni oleh sebagian besar pengungsi. Sebagian lagi masih menunggu proses pembangunan rampung.
 
Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto menyampaikan ada beberapa hambatan dalam pembangunan huntara ini, yaitu soal penyediaan listrik dan air. Namun, Wiranto mengeklaim hambatan itu sudah bisa diatasi.
 
"Transisi ini kita kan bangun hunian sementara, nah itu sekarang sudah hampir selesai keseluruhan. Tinggal masalah-masalah kecil, listrik, air dan dapat diselesaikan," kata Wiranto.

 

(OGI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif