Membangun Ruang, Merajut Nilai Budaya
Seorang bocah Papua berjalan melalui rumah tradisional masyarakat Papua (Honai) di distrik Tangma, Kabupaten Yahukimo, Papua (ilustrasi). Foto: Antara/Oka Barta)
Jakarta: Rumah adat sering kali luput untuk dilestarikan. Padahal ada banyak nilai yang terkandung dalam sebuah ruangan rumah adat, seperti menceritakan bagaimana awal sebuah peradaban dan kehidupan masyarakat. 

Namun, melalui tangan arsitek yang peduli arsitektur nusantara, ada asa untuk mempertahankan rumah-rumah adat yang kaya akan nilai sejarah dan budaya. Melalui mereka, unsur kelokalan bukan sebuah kemunduran, namun pijakan untuk membangun rumah berbudaya pada masa depan.

Salah satunya ada Yori Antar, seorang arsitek yang berkecimpung di bidang restorasi rumah adat Indonesia. Pria yang dijuluki Pendekar Arsitektur Nusantara itu menunjukkan kepedulian terhadap rumah adat dengan merenovasinya untuk mempertahankan nilai budaya yang hidup dalam masyarakat. Misalnya, Rumah Adat di Waerebo, Papua, hingga Sumatera Selatan.


Selanjutnya, Adi Wibowo, arsitek sekaligus penggagas ruang diskusi Lab Tanya. Adi menggagas Lab Tanya dengan membawa masalah warga kota yang semakin kekurangan ruang untuk berkumpul. 

Menurutnya, banyak masyarakat lupa akan kebersamaan, berinteraksi, dan bergotong-royong karena ruang sebagai tempat berkumpul semakin sulit ditemukan. Adi beranggapan, ruang bukan hanya soal bangunan, tapi peran arsitek seharusnya lebih besar daripada sekadar membangun ruang. 

Seorang arsitek juga harus membuat masyarakat sadar dan peduli untuk memanfaatkan ruang yang ada dan memberinya nilai yang lebih.

Terakhir ada Eko Prawoto, seorang arsitek yang selalu menggunakan elemen lokal dalam setiap karya seperti bambu. Menurutnya, bambu selain bisa menggantikan kayu, juga ada kekayaan arsitektur lokal yang harusnya bisa dimanfaatkan dengan baik. 

Dengan eco design yang ramah lingkungan, hasil karya Eko selalu berhasil membuat ruang yang ramah dengan alam. 

Saksikan penuturan mereka selengkapnya pada program IDEnesia, Minggu, 4 November 2018, pukul 21.30 WIB hanya di Metro TV.



(ROS)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id