Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. Foto: Medcom.id/Theofilus Ifan Sucipto.
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. Foto: Medcom.id/Theofilus Ifan Sucipto.

Mudik dengan Motor Rawan Kecelakaan

Nasional Mudik Lebaran 2019
Theofilus Ifan Sucipto • 22 April 2019 10:14
Jakarta: Pemerintah mengimbau masyarakat menggunakan transportasi umum saat mudik lebaran. Pasalnya, angka kecelakaan kendaraan bermotor tinggi dan pemerintah menyiapkan fasilitas mudik gratis.
 
"Kami menganjurkan agar tidak menggunakan motor karena angka kecelakaan motor 70 persen," kata Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi di kantornya, Jakarta Pusat, Senin 22 April 2019.
 
Dia mengatakan kecelakaan sepeda motor paling sering terjadi akibat pengemudi kelelahan. Untuk itu, Budi mengajak masyarakat beralih ke moda transportasi lain.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain itu, dia memprediksi kemacetan mudik lebaran akan masif khususnya di darat dan udara. Pasalnya, konstruksi tol layang Jakarta-Cikampek masih belum selesai.
 
Guna mengantisipasi hal tersebut, Kementerian Perhubungan menyiapkan mudik gratis ke sejumlah wilayah seperti Jawa Tengah, Yogyakarta, Lampung, dan lain-lain. Namun Budi juga mengajak pihak swasta turut berpartisipasi mengadakan mudik gratis sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).
 
"Supaya di satu sisi membantu saudara kita mudik lebaran dan di sisi lain membantu agar angkutan di darat tidak berlebihan," pungkas Budi.
 
Pemerintah pun terus mematangkan persiapan mudik Lebaran yang akan berlangsung lima minggu lagi. Seluruh pemangku kepentingan diajak berdiskusi guna mewujudkan mudik yang aman dan nyaman bagi masyarakat.
 
"Kami secara intensif mengumpulkan stakeholder yang terdiri kementerian, Polri, Basarnas (Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan) dan lain-lain. Ini agar masing-masing pihak mempersiapkan diri dengan baik," jelas Budi.
 
Dia bersyukur pelaksanaan mudik dalam dua tahun terakhir berjalan dengan baik. Namun, kata Budi, seluruh pihak tidak boleh berpuas diri.
 
Sebaliknya, lanjut dia, persiapan mudik lebaran harus diperhatikan lebih serius. Dia memprediksi kegiatan mudik akan masif di udara dan darat karena memiliki keunggulan tersendiri.
 
Baca: Puncak Arus Balik Lebaran Diprediksi pada 9 Juni
 
"Moda udara karena kegiatan antarpulau mengharuskan masyarakat menggunakan pesawat. Apalagi di darat dengan adanya jalan tol baru," ujar Budi.
 
Selain sarana, isu prasarana juga harus dipersiakan dgn baik. Budi mengaku telah berkoordinasi dengan Polri untuk menggerakkan anggotanya dan asosiasi pemilik jalan tol. Mereka diminta menyiapkan prasarana untuk mencegah kecelakaan lalu lintas.
 
"Misalnya ada rekayasa atau alat-alat yang dimungkinkan mengurangi keceapatan kendaraan untuk di bawah 100 km per jam," beber Budi.

 

(OGI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif