Konferensi The 3rd NUSAMICE 2026  dilaksanakan pada tanggal 07 Mei 2026 di Grasia Convention Hall, Semarang.
Konferensi The 3rd NUSAMICE 2026 dilaksanakan pada tanggal 07 Mei 2026 di Grasia Convention Hall, Semarang.

Program Studi MICE PNJ PSDKU Demak Sukses Selenggarakan Konferensi The 3rd NUSAMICE 2026

Arif Wicaksono • 11 Mei 2026 18:23
Semarang: Konferensi The 3rd NUSAMICE 2026 yang diinisiasi oleh Program Studi D-IV MICE PSDKU Demak – Politeknik Negeri Jakarta (PNJ) dengan didukung oleh Kementerian Pariwisata Republik Indonesia, Wonderful Indonesia, Dinas Lingkungan Hidup Kota Semarang serta Bank Sampah Waras berhasil dilaksanakan pada tanggal 07 Mei 2026 di Grasia Convention Hall, Semarang.
 
Baca juga:  Poltek Nuklir BRIN Bikin Karbon Aktif Canggih, Limbah Tembaga Lenyap 15 Menit      

Acara ini dihadiri oleh perwakilan Dinas Pariwisata Ekonomi Kreatif Provinsi Jawa Tengah, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang, Dinas Pendidikan Kota Semarang, akademisi, pelaku industri, mahasiswa, dan masyarakat.
 
Konferensi The 3rd NUSAMICE 2026 mengusung tema Responsible Consumption and Production in the MICE Industry for Achieving Sustainable Development Goals 2030, konferensi ini menjadi forum strategis untuk memperkuat meningkatka posisi Semarang sebagai destinasi unggulan MICE di Indonesia.
 
The 3rd NUSAMICE 2026 menunjukkan komitmennya terhadap penerapan responsible consumption melalui program digital campaign #NusaTanpaSampah bersama maskot Rere dan program From Home to Green Zone, yang mengajak para delegasi untuk membawa dan memilah sampah agar dapat dikelola bersama Bank Sampah Waras menjadi bahan yang dapat didaur ulang serta dimanfaatkan kembali.

Selain itu, dalam seluruh penyelenggaraannya tidak menggunakan plastik dan menerapkan paperless sebagai bagian dari upaya menciptakan event yang berkelanjutan dan minim limbah.
Acara dimulai dengan penampilan Tari Semarang Hebat yang dipersembahkan oleh Nur Lintang Devyna Putri, mahasiswi Politeknik Negeri Jakarta PSDKU Demak yang menampilkan kekayaan budaya lokal sebagai bentuk penyambutan kepada para peserta konferensi.
 
Selanjutnya, keynote speech disampaikan oleh Glory Nasarani, S.T., M.T., M.Sc., selaku Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Semarang. Dalam pemaparannya, beliau menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mewujudkan industri MICE yang ramah lingkungan dan berkelanjutan guna mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) 2030.
 
Konferensi kemudian dilanjutkan dengan plenary session pertama yang membahas isu pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya alam berkelanjutan melalui topik Challenges in the Sustainable Management and Use of Natural Resources in the MICE Industry in Semarang oleh Almas Nabili Imanina, S.Tr.Par., MM.Par., selaku Kepala Program Studi Pariwisata Universitas Semarang.
 
Sesi ini dipandu oleh Mella Narolita, S.Hum., M.A. selaku moderator yang merupakan akademisi Politeknik Negeri Jakarta. Pembahasan berfokus pada pentingnya pengelolaan sumber daya secara berkelanjutan sejalan dengan target 12.2 SDGs, meliputi pengurangan limbah, optimalisasi penggunaan kembali material, serta penerapan strategi efisiensi sumber daya dalam penyelenggaraan event.
 
Pada plenary session kedua, Bayu Vinda Fourensia selaku Creative Director PT Diwangsa Nyala Kreatif dengan topik 3R Implementation Strategies in MICE Event Management. Materi ini selaras dengan target 12.5 SDGs yang menitikberatkan pada pengurangan timbulan sampah melalui langkah pencegahan, pengurangan, daur ulang, dan penggunaan kembali material.
Prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle) menjadi landasan utama dalam menekan dampak lingkungan di industri MICE.
 
Sebagai rangkaian pendukung, Konferensi The 3rd NUSAMICE 2026 turut menghadirkan Eco Exhibition yang melibatkan sejumlah UMKM berkonsep berkelanjutan, yaitu Koelon Kalie, Ego Eko Shop, dan Craftonesia.
 
Dalam pameran ini, Koelon Kalie dan Craftonesia menghadirkan berbagai produk kerajinan tangan hasil pengolahan bahan daur ulang yang memiliki nilai guna dan estetika, sebagai bentuk dukungan terhadap ekonomi kreatif ramah lingkungan.
 
Sementara itu, Ego Eko Shop menampilkan beragam produk berbahan alam asli yang ramah lingkungan dan mendukung penerapan gaya hidup berkelanjutan di masyarakat.
 
Konferensi The 3rd NUSAMICE 2026 semakin menegaskan kesiapan Semarang dalam mengembangkan ekosistem MICE yang berdaya saing, sekaligus menjadi langkah strategis menuju pusat industri MICE di Jawa Tengah yang mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif dan pariwisata lokal secara berkelanjutan.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(SAW)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>