Inovasi BRIN. Foto: BRIN
Inovasi BRIN. Foto: BRIN

Poltek Nuklir BRIN Bikin Karbon Aktif Canggih, Limbah Tembaga Lenyap 15 Menit

Citra Larasati • 02 April 2026 20:50
Ringkasnya gini..
  • Poltek Nuklir BRIN modifikasi karbon aktif pakai iradiasi gamma. Serap tembaga 15 menit!
  • Teknologi ramah lingkungan bersihkan limbah logam berat. Efektif, cepat, dan berkelanjutan.
  • Iradiasi gamma + surfaktan MES tingkatkan daya serap karbon aktif. Solusi inovatif dari BRIN.
Jakarta: Politeknik Teknologi Nuklir Indonesia (Poltek Nuklir) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menghadirkan inovasi ramah lingkungan untuk membersihkan air limbah yang tercemar logam berat, khususnya tembaga (Cu²⁺). Teknologi ini memanfaatkan karbon aktif yang dimodifikasi menggunakan iradiasi gamma dan bahan tambahan yang lebih aman bagi lingkungan.
 
Logam berat seperti tembaga banyak dihasilkan dari limbah aktivitas industri. Jika tidak diolah dengan baik, zat beracun ini dapat mencemari lingkungan dan membahayakan kesehatan manusia karena sulit terurai secara alami. Kondisi tersebut mendorong kebutuhan akan solusi pengolahan air yang tidak hanya efektif, tetapi juga aman dan berkelanjutan.
 
Dalam pengembangan ini, karbon aktif yang umum digunakan sebagai penyaring air, ditingkatkan kemampuannya melalui proses modifikasi. Karbon aktif dicampur dengan surfaktan Methyl Ester Sulfonate (MES), yaitu bahan yang lebih mudah terurai dan berasal dari sumber ramah lingkungan.

Selanjutnya, material tersebut diproses menggunakan iradiasi gamma untuk memperbaiki struktur permukaan dan meningkatkan daya serapnya terhadap logam berat.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa karbon aktif yang telah dimodifikasi mampu menyerap logam tembaga secara lebih cepat dan efektif dibandingkan karbon aktif biasa.
 
Kondisi optimal tercapai pada waktu kontak 15 menit dengan dosis iradiasi gamma 10 kGy, serta menghasilkan kapasitas adsorpsi yang lebih tinggi.
 
Dosen Poltek Nuklir yang sekaligus ketua tim riset, Dhita Ariyanti, menjelaskan bahwa inovasi ini merupakan upaya untuk menghadirkan solusi praktis dalam pengolahan air limbah.
 
“Kami mengembangkan metode untuk meningkatkan kemampuan karbon aktif dalam menyerap logam berat. Hasilnya menunjukkan potensi yang baik untuk diterapkan dalam pengolahan air limbah, terutama karena prosesnya relatif cepat dan efisien. Namun demikian, masih banyak ’Pekerjaan Rumah’ yang harus diselesaikan demi meningkatkan kinerja penyerapan limbah karbon aktif melalui inovasi teknologi radiasi,” ujarnya, dalam siaran pers BRIN, Kamis, 2 April 2026.
 
Dhita menambahkan, penggunaan surfaktan MES menjadi keunggulan tersendiri karena lebih aman bagi lingkungan dibandingkan bahan kimia konvensional.
 
Dari sisi mekanisme, proses iradiasi gamma terbukti berperan dalam meningkatkan performa material. Dosen Poltek Nuklir, Deny Swantomo, menjelaskan, iradiasi mampu mengubah struktur karbon aktif hingga tingkat mikro.
 
“Iradiasi gamma memungkinkan perubahan struktur material hingga tingkat mikro, sehingga karbon aktif memiliki lebih banyak ruang dan situs aktif untuk menangkap logam berat. Ini menunjukkan bahwa teknologi nuklir dapat dimanfaatkan untuk mendukung solusi lingkungan,” ujarnya.
 
Selain meningkatkan efektivitas penyerapan, metode ini juga berpotensi menghemat waktu dalam proses pengolahan air. Hal ini menjadi nilai tambah, terutama untuk aplikasi di sektor industri yang membutuhkan proses cepat dan efisien. Meskipun demikian, penelitian masih terus berlanjut sebagai bentuk penyempurnaan hasil penelitian sebelumnya.
 
Ke depan, inovasi ini diharapkan dapat dikembangkan lebih lanjut dan diterapkan secara luas, baik untuk pengolahan limbah industri maupun penyediaan air bersih.
 
Baca juga:  Peneliti Temukan Senyawa Baru Tangani Penyakit Alzheimer

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(CEU)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan