(Foto:Antara/Yulius Satria Wijaya)
(Foto:Antara/Yulius Satria Wijaya)

Menumbuhkan Minat Baca Ibarat Lari Maraton

Nasional bukuuntukindonesia
Gervin Nathaniel Purba • 14 Juni 2017 07:00
medcom.id, Jakarta: Indonesia tergolong negara dengan minat baca terendah sedunia. Survei UNESCO mencatat indeks minat baca masyarakat Indonesia hanya 0,001 persen. Itu artinya, setiap seribu penduduk hanya satu orang yang memiliki minat baca.
 
Namun, nyatanya data tersebut tak 100 persen menggambarkan kondisi sebenarnya. Para pegiat literasi menyampaikan bahwa sebenarnya anak-anak di daerah pelosok memiliki minat baca tinggi. Belum meratanya distribusi buku bacaan ke pelosok daerah menjadi penyebab anak-anak tidak memiliki kesempatan membaca yang berpengaruh terhadap rendahnya minat baca. Hal ini juga yang menjadi alasan mengapa perpustakaan daerah kerap kekurangan stok buku.
 
Pernyataan yang disampaikan oleh para pegiat literasi daerah itu dibenarkan oleh Duta Baca Indonesia 2016-2020, Najwa Shihab. Menurutnya, setiap kali timnya membawa buku ke daerah, selalu mendapat respons luar biasa. Bahkan, anak-anak tersebut kerap memohon kepada timnya agar tidak buru-buru pulang karena masih menikmati membaca buku yang disediakan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Makanya sering teman-teman pegiat literasi mengatakan, masa sih minat baca buku rendah? Karena setiap kali kita bawa buku (ke daerah), anak-anak menahan kita tidak boleh pulang sambil ditangisi. Mereka semangat membaca dan mengajak orang lain ikut membaca," ujar Najwa kepada Metrotvnews.com, di Jakarta.
 
Fakta lain juga menunjukkan antusiasme masyarakat ketika mengunjungi pameran buku. Banyak orang datang berbondong-bondong ke pameran tersebut untuk membeli buku. "Itu menjadi pertanyaan. Masa sih, minat baca rendah? Yang beli buku saja banyak," ungkapnya.
 
Presenter program acara Mata Najwa ini mengatakan, salah satu kunci untuk meningkatkan minat baca adalah bagaimana menyediakan akses buku yang berkualitas ke daerah pelosok. Ketika anak-anak memiliki bahan bacaan yang disukainya, maka otomatis akan gemar membaca buku dengan sendirinya.
 
"Kita mesti menyediakan akses buku, membagikan buku, dan menyebarkan buku berkualitas. Itu salah satu cara kita membuat anak kita jatuh cinta dengan membaca," kata Najwa.
 
Dalam upaya memeratakan penyebaran buku di seluruh wilayah Indonesia, lanjut Najwa, diperlukan sinergi dari berbagai pihak baik dari para pegiat literasi, pemerintah, maupun swasta. Ia memaparkan bahwa sejauh ini para pegiat literasi daerah telah melakukan sejumlah kegiatan untuk memastikan anak-anak di daerah membaca buku berkualitas.
 
Saat ini, ada sebuah gerakan bernama #BukuUntukIndonesia yang memiliki semangat membagikan buku-buku gratis ke daerah pelosok di Indonesia. Najwa sangat mengapresiasi #BukuUntukIndonesia dan berharap gerakan tersebut dapat meningkatkan budaya literasi.
 
"Mudah-mudahan staminanya kuat karena kalau kita bicara gerakan membaca, itu gerakan yang jangka panjang. Saya mengibaratkan, ini bukan sprint, tapi ini maraton. Napasnya harus panjang, staminanya harus kuat, semangatnya harus terus membara. Mudah-mudahan, mitra pegiat literasi daerah selalu semangat larinya, estafet disambung oleh pegiat, disambung oleh perusahaan, disambung oleh negara, disambung sekolah. Saling sambung-menyambung. InsyaAllah akan menjadi gerakan yang membangun bangsa bersama," ucap Najwa, tersenyum.
 
Anda juga dapat ambil bagian dalam meningkatkan budaya literasi di Indonesia. Bantuan Anda sangat berarti bagi anak-anak di daerah pelosok untuk memperkaya wawasan dan menggapai cita-citanya. Gerakan #BukuUntukIndonesia membuka akses penyediaan buku untuk anak-anak Indonesia.
 
Anda dapat berpartisipasi dengan mengunjungi tautan www.BukuUntukIndonesia.com. Klik tombol "berbagi" di website Buku Untuk Indonesia. Kemudian, Anda akan diarahkan ke halaman Blibli.com untuk memilih paket berbagi yang diinginkan.
 
Dengan berbagi minimal Rp100 ribu saja Anda sudah berpartisipasi untuk mewujudkan generasi penerus bangsa yang lebih baik. Nantinya, dana yang terkumpul melalui gerakan #BukuUntukIndonesia akan dikonversi menjadi buku dan disalurkan ke berbagai daerah di Indonesia.
 
(ROS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif