Kepala BPKN Ardiansyah (kedua dari kiri). (Foto: Medcom.id/Candra Yuri Nuralam)
Kepala BPKN Ardiansyah (kedua dari kiri). (Foto: Medcom.id/Candra Yuri Nuralam)

BPKN Terima 400 Aduan terkait Kredit Rumah

Nasional konsumen perumahan
Candra Yuri Nuralam • 02 Juli 2019 14:29
Jakarta: Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) menerima lebih dari 400 pengaduan terkait kredit rumah selama enam bulan terakhir. Pengaduan terkait persoalan yang sama diprediksi akan meningkat.
 
"Selama enam bulan masuk lebih dari 400 pengaduan soal perumahan. Ini baru enam bulan loh, tahun lalu setahun cuma 500, tahun ini diprediksi meningkat," kata Ketua BPKN Ardiansyah Parman di kantor Kementerian Perdagangan, Jalan Ridwan Rais, Jakarta Pusat, Selasa, 2 Juli 2019.
 
Ardiansyah mengatakan rata-rata pengaduan mempersoalkan kontrak rumah di Jakarta. Pengaduan banyak berkaitan dengan kredit yang sudah selesai namun sertifikat belum diberikan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca juga:BPKN Ingin UU Perlindungan Konsumen Lebih Modern
 
Dalam beberapa laporan, BPKN juga menerima aduan terkait dugaan penipuan. Pelapor mengeluhkan telah melakukan pembayaran rumah namun bangunan yang seharusnya diterima tak kunjung diberikan.
 
"Ada juga masalah di perumahan dia beli gambar saja. Maksudnya dia tergoda karena ada penawaran ternyata barang enggak dibangun, mungkin tanah masih belum jelas dan sebagainya," ujar Ardiansyah.
 
Kendati menerima banyak aduan, kata Ardiansyah, BPKN tak bisa berbuat banyak. BPKN hanya mampu mempertemukan kedua pihak untuk bernegosiasi. Jika tidak menemukan mufakat, langkah hukum akan ditempuh.
 
"Kami berusaha menjembatani para pihak yang bersengketa untuk menyelesaikan masalah mereka. Karena itu masuknya harus BPSK (Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen), bukan BPKN. Kami tupoksinya memberikan saran kepada pemerintah," tutur Ardiansyah.
 

(MEL)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif