Ilustrasi anak terjangkit covid-19/Pexels
Ilustrasi anak terjangkit covid-19/Pexels

Ayah dan Bunda, Ini Panduan Isoman si Kecil Bila Terpapar Covid-19

Cindy • 05 Juli 2021 14:44
Jakarta: Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menerbitkan panduan isolasi mandiri (isoman) untuk anak yang terkonfirmasi positif covid-19. Mengutip dari panduan resmi IDAI, ada sejumlah syarat yang harus diperhatikan orang tua terkait isolasi mandiri si kecil. 
 
Pertama, orang tua harus memastikan anak tidak memiliki gejala atau asimptomatik, maupun bergejala ringan seperti batuk, pilek, demam, diare, muntah, dan ruam-ruam. 
 
Kedua, anak masih aktif dan bisa makan minum. Orang tua juga harus menerapkan etika batuk kepada anak dan memantau gejala atau keluhan. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Orang tua perlu melakukan pemeriksaan suhu tubuh dua kali sehari pada pagi dan maham hari. Lingkungan rumah atau kamar juga disarankan memiliki ventilasi yang baik. 
 
"Orang tua dapat tetap mengasuh anak yang positif covid-19 dengan catatan orang tua atau pengasuh yang memiliki risiko rendah terhadap gejala berat," tulis IDAI dalam panduan tersebut dikutip Medcom.id pada Selasa, 5 Juli 2021. 
 
Baca: Pasien Covid-19 dengan Saturasi di Atas 95 Diminta Isolasi Mandiri
 
Jika ada anggota keluarga yang positif, maka anggota tersebut dapat diisolasi bersama anak. Jika tidak, maka disarankan beri jarak tidur dua meter di kasur terpisah. 
 
Selain itu, orang tua harus memberikan dukungan psikologis pada anak. Orang tua harus meyakinkan anak bahwa virus covid-19 ini akan berlalu. 

Protokol kesehatan isoman anak

IDAI juga merekomendasikan sejumlah protokol kesehatan isoman anak yakni tetap berada di rumah, menggunakan masker, menjaga jarak, rajin mencuci tangan, dan menerapkan etika batuk. 
 
Anak usia dua tahun ke atas atau sudah dapat menggunakan dan melepaskan masker dianjurkan tetap menggunakan masker di rumah. Anak dapat melepas masker jika anak berada di ruangan sendiri atau berjarak dua meter dari pengasuh. 
 
"Masker tidak perlu digunakan saat anak tidur," tulis IDAI. 
 
Pengasuh yang berada di dalam ruangan yang sama harus menggunakan masker atau pelindung mata bila memungkinkan. Selain itu, orang tua harus memeriksa suhu tubuh, saturasi oksigen, dan frekuensi nadi si kecil. 
 
"Pantau laju napas, dan jangan lupa berikan bayi ASI dan anak dengan makanan bergizi," tulis IDAI.
 
Baca: Kabar Baik, Pasien Covid-19 Isoman Dapat Obat Gratis via Telemedicine


Anak dibawa ke rumah sakit

IDAI juga merekomendasikan agar anak segera dibawa ke rumah sakit apabila anak menunjukkan tanda-tanda sebagai berikut: 
1. Banyak tidur
2. Napas cepat
3. Terdapat cekungan di dada
4. Hidung kembang kempis
5. Saturasi oksigen kurang dari 95 persen 
6. Mata merah
7. Terdapat ruam
8. Leher bengkak
9. Demam lebih dari 7 hari
10. Kejang-kejang
11. Tidak bisa makan dan minum
12. Mata cekung,
13. Buang air kecil (BAK) berkurang, 
14. Terjadi penurunan kesadaran

Selesai isolasi

Umumnya gejala akan hilang dalam 14 hari isolasi. Namun, anak tetap dianjurkan melakukan pemeriksaan swab ulang 10-14 hari setelah terjadi gejala atau setelah swab pertama positif (bila tidak bergejala).
 
Bila tidak bisa melakukan pemeriksaan swab, maka disarankan isolasi 10 hari ditambah 3 hari setelah bebas gejala. Pada penderita dengan gejala berat atau pasien kronik, umumnya masa menular lebih panjang, sehingga dokter yang akan menentukan kapan selesai isolasi.
 
Masyarakat dapat melihat panduan lengkap isoman untuk anak terkonfirmasi positif lewat laman resmi IDAI. Terdapat pula panduan bagi bayi lahir dengan ibu terkonfirmasi covid-19, alat dan obat-obata yang perlu disediakan di rumah, cara mencuci tangan, etika batuk dan bersin. 
 
Baca: Pasien Covid-19 Gejala Ringan Bisa Gunakan Konsultasi Daring
 
(SUR)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif