NEWSTICKER
Ilustrasi: Medcom.id
Ilustrasi: Medcom.id

Polisi Gerebek Rumah Penampungan PSK

Nasional prostitusi
Siti Yona Hukmana • 31 Januari 2020 16:23
Jakarta: Polisi menggerebek rumah yang diduga menjadi tempat penampungan pekerja seks komersial (PSK) di Gang Royal, Rawa Bebek, Penjaringan, Jakarta Utara (Jakut). Sebanyak 34 perempuan ditemukan di rumah itu.
 
"Wanita ini diduga menjadi korban eksploitasi secara seksual maupun ekonomi dan perdagangan orang," kata Kapolres Metro Jakarta Utara, Komisaris Besar (Kombes) Budhi Herdi Susianto di Jakarta, Jumat, 31 Januari 2020.
 
Menurut dia, dari 34 wanita itu, ada satu korban di bawah umur, SS, 17. Mereka diduga menjadi korban bisnis haram tujuh tersangka yang sebagian masih buron.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baru dua yang ditangkap polisi, yakni Suherman dan Zulkifli. Lima pelaku masih diburu dan masuk daftar pencarian orang (DPO).
 
Buronan ini meliputi KRM alias DA yang berperan sebagai pemilik kafe dan muncikari. Selain itu, ada AD dan MLT sebagai kasir kafe serta BDN dan MMN sebagai agensi atau makelar.
 
"Saat penggerebekan ditemukan buku rekapan tamu atau pelanggan dan buku rekapan pemesanan kamar," tutur Budhi.
 
Budhi menyebut penggerebekan dilakukan Kamis, 30 Januari 2020, malam. Langkah itu diambil berdasarkan laporan masyarakat terkait keberadaan kafe di Gang Royal yang dijadikan tempat prostitusi.
 
Saat penggerebekan ini, lanjut Budhi, polisi juga menemukan sejumlah kafe dan tempat hiburan di Gang Royal yang tidak berizin. Polisi dibantu Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) menyegel tempat hiburan yang tak berizin itu.
 
Saat ini, polisi masih mendalami kemungkinan adanya kafe lain yang dijadikan sarang prostitusi. Budhi menegaskan akan langsung menindak jika dugaan ini benar.
 
"Peringatan untuk daerah lainnya, lokasi lainnya, kita tinggal menunggu waktu saja. Kita sudah melakukan pemantauan, pengintaian, nanti tiba waktunya kita lakukan penindakan," tegas Budhi.
 
Sebelumnya, polisi mengungkap praktik perdagangan manusia atau eksploitasi seksual anak berusia 14 sampai 18 tahun di Kafe Khayangan, Rawa Bebek, Penjaringan, Jakarta Utara. Enam tersangka ditangkap, Senin, 13 Januari 2020.
 
Para tersangka adalah R atau biasa dipanggil mami A, mami T, D alias F, TW, A, dan E. Kemudian, polisi menangkap dua tersangka berinisial AH dan H, Sabtu, 24 Januari 2020. Total delapan tersangka ditangkap polisi terkait prostitusi anak di Kafe Khayangan tersebut.
 
Anak-anak di bawah umur itu dijual Rp750 ribu hingga Rp1,5 juta oleh para mami. Para tersangka telah ditahan di Rumah Tahanan Polda Metro Jaya. Mereka dijerat Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak juncto Pasal 296 KUHP dan Pasal 506 KUHP.
 

 

(OGI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif