H, tersangka bisnis prostitusi anak. Foto: Medcom/Siti Yona Hukmana
H, tersangka bisnis prostitusi anak. Foto: Medcom/Siti Yona Hukmana

Agen Prostitusi Anak Bekas Menantu Muncikari

Nasional prostitusi
Siti Yona Hukmana • 29 Januari 2020 19:41
Jakarta: Tersangka bisnis prostitusi anak di Penjaringan, Jakarta Utara, H mengaku mengenal dekat pemilik kafe Khayangan berinisial A. Agen penjual seks anak ini merupakan menantu A.
 
"Dulu saya pernah nikah sama anaknya, tapi sudah cerai, karena saya cuma jadi kuda pecut doang," kata H di Mapolda Metro Jaya, Rabu, 29 Januari 2020.
 
H berpisah dengan anak A sejak delapan tahun lalu. H dengan mantan istrinya sudah tidak berkomunikasi. Namun, H masih berkomunikasi dengan bekas mertuanya tersebut.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Sejak di Kalijodo saya membawa pekerja ke dia (A)," ujar H.
 
Bahkan, 'Bisnis' haram itu berlangsung hingga sekarang. H membawa pekerja anak di bawah umur sebagai 'pelayan' di kafe Khayangan milik A.
 
Dalam sebulan H membawa delapan anak ke kafe Khayangan. Upah yang didapat H dari satu anak sebanyak Rp1 juta.
 
"Per orang saya dapat Rp1 juta," pungkasnya.
 
H ditangkap pada Sabtu, 25 Januari 2020. H merupakan agen pencari perempuan untuk dipekerjakan di kafe Kayangan, Jakarta Utara.
 
H mengiming-imingi para korban untuk bekerja sebagai pramusaji dengan gaji Rp5 sampai Rp6 juta per bulan. Nyatanya para korban justru bekerja untuk 'melayani' tamu.
 
Polda Metro Jaya membongkar bisnis prostitusi yang melibatkan anak di bawah umur di Penjaringan, Jakarta Utara. Sebanyak delapan terduga anggota sindikat jasa prostitusi anak ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka.
 
Delapan pelaku yang ditangkap itu berinisial R atau A, T atau A, D alias F, TW, A, E, H dan AH. Kedelapannya memiliki peran berbeda.
 
Korban prostitusi dieksploitasi berlebihan di kafe remang-remang di Penjaringan, Jakarta Utara. Mereka dipaksa melayani minimal sepuluh lelaki hidung belang dalam sehari.
 
Korban harus membayar Rp50 ribu jika tidak memenuhi target. Denda itu akan dipotong dari bayaran mereka yang diserahkan tiap dua bulan sekali.
 
(JMS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif