Ilustrasi Medcom.id.
Ilustrasi Medcom.id.

Satgas: Kalau Tak PSBB, Kasus Tak Terkendali

Nasional Virus Korona PSBB pandemi covid-19 PSBM
Theofilus Ifan Sucipto • 07 Januari 2021 16:32
Jakarta: Pembatasan sosial berskala mikro (PSBM) di Jawa dan Bali disebut jurus mengendalikan lonjakan kasus covid-19. Strategi itu diharap menurunkan jumlah pasien terpapar sehingga keselamatan dokter dan tenaga kesehatan terjaga.
 
"Kalau tidak dilakukan seperti ini tidak akan bisa direm," kata juru bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito dalam telekonferensi di Jakarta, Kamis, 7 Desember 2021.
 
Wiku menyebut kasus covid-19 di Indonesia cenderung naik setelah libur panjang. Lonjakan terjadi 10 hingga 14 hari setelah liburan usai.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Pada saat beberapa daerah seperti DKI Jakarta melakukan pembatasan yang lebih ketat, kasusnya menurun," ujar dia.
 
Pemerintah, kata Wiku, berkaca dari pengalaman tersebut. PSBM di Jawa dan Bali semata-mata untuk mengerem kasus dan masyarakat yang betul-betul membutuhkan perawatan bisa dilayani maksimal oleh rumah sakit.
 
"Serta tenaga kesehatan tidak terlalu berat kerjanya karena aset kita. Kita harus memenangkan peperangan melawan covid-19," papar dia.
 
Baca: PSBB Jawa-Bali Diyakini Ampuh Tekan Kasus Covid-19
 
Sebelumnya, wilayah di Jawa dan Bali akan menerapkan pembatasan sosial berskala mikro. Kebijakan ini untuk menekan kasus positif covid-19 di masing-masing provinsi.
 
"Nanti pemerintah daerah akan menentukan wilayah-wilayah mana saja yang akan dilakukan pembatasan tersebut," kata Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto di Istana Negara, Jakarta Pusat, Rabu, 6 Januari 2021.
 
(JMS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif