Jakarta: Australian Trade and Investment Commission bersama pemerintah negara bagian Australia, Meat & Livestock Australia, dan AUSVEG kembali menghadirkan “Taste and Create with Australia” untuk menginspirasi chef di Indonesia mengolah bahan premium Australia menjadi menu inovatif.
Acara ini memperkenalkan berbagai produk unggulan Australia kepada pelaku industri HORECA di Jakarta sekaligus memperkuat kolaborasi antara chef, distributor, dan pemasok dari kedua negara.
Berbagai produk segar berkualitas tinggi dari Australia ditampilkan, mulai dari daging sapi, buah dan sayuran, bahan kebutuhan dapur, produk susu, hingga wine dan minuman beralkohol, untuk industri perhotelan, restoran, dan katering di Indonesia.
Para peserta dapat mengikuti pameran, uji coba produk interaktif, serta sesi tasting hidangan dapur panas hingga wine. Ada pula Workshop The Chef Table yang menghadirkan berbagai teknik, salah satunya teknik pemotongan daging sapi.
Acara kemudian ditutup dengan makan malam bertema Australia yang menampilkan kualitas premium makanan dan wine Australia kepada para pemangku kepentingan HORECA di Jakarta, sekaligus mempertemukan pemasok dan pelaku industri untuk mengeksplorasi peluang di pasar Indonesia.
Lauren Adams, Trade Commissioner Austrade,menjelaskan bahwa inisiatif tersebut menyoroti kualitas dan ketersediaan musiman produk pangan Australia bagi industri HORECA di Indonesia.
“Kami berharap dapat membuka peluang bisnis baru sekaligus mendorong minat yang lebih besar terhadap produk Australia. Kami juga menantikan kesempatan untuk perkenalkan bahan premium Australia guna menginspirasi para chef untuk berinovasi dan memperkaya menu mereka,” ujarnya.
Sementara itu, Michael Coote menegaskan bahwa Indonesia telah lama menjadi mitra dagang penting bagi industri sayuran segar Australia. Sedangkan Andrew Cox menambahkan bahwa keikutsertaan dalam acara ini menjadi kesempatan untuk menunjukkan kualitas daging sapi Australia secara langsung kepada para chef.
“Kegiatan ini juga memperkuat kolaborasi dengan mitra industri serta mendorong pemanfaatan daging merah Australia yang lebih luas di Indonesia,” tutup Andrew Cox.
Jakarta:
Australian Trade and Investment Commission bersama pemerintah negara bagian Australia, Meat & Livestock Australia, dan AUSVEG kembali menghadirkan “Taste and Create with Australia” untuk menginspirasi chef di Indonesia mengolah bahan premium Australia menjadi menu inovatif.
Acara ini memperkenalkan berbagai produk unggulan Australia kepada pelaku industri HORECA di Jakarta sekaligus memperkuat kolaborasi antara chef, distributor, dan pemasok dari kedua negara.
Berbagai produk segar berkualitas tinggi dari Australia ditampilkan, mulai dari daging sapi, buah dan sayuran, bahan kebutuhan dapur, produk susu, hingga wine dan minuman beralkohol, untuk industri perhotelan, restoran, dan katering di Indonesia.
Para peserta dapat mengikuti pameran, uji coba produk interaktif, serta sesi tasting hidangan dapur panas hingga wine. Ada pula Workshop The Chef Table yang menghadirkan berbagai teknik, salah satunya teknik pemotongan daging sapi.
Acara kemudian ditutup dengan makan malam bertema Australia yang menampilkan kualitas premium makanan dan wine Australia kepada para pemangku kepentingan HORECA di Jakarta, sekaligus mempertemukan pemasok dan pelaku industri untuk mengeksplorasi peluang di pasar Indonesia.
Lauren Adams, Trade Commissioner Austrade,menjelaskan bahwa inisiatif tersebut menyoroti kualitas dan ketersediaan musiman produk pangan Australia bagi industri HORECA di Indonesia.
“Kami berharap dapat membuka peluang bisnis baru sekaligus mendorong minat yang lebih besar terhadap produk Australia. Kami juga menantikan kesempatan untuk perkenalkan bahan premium Australia guna menginspirasi para chef untuk berinovasi dan memperkaya menu mereka,” ujarnya.
Sementara itu, Michael Coote menegaskan bahwa Indonesia telah lama menjadi mitra dagang penting bagi industri sayuran segar Australia. Sedangkan Andrew Cox menambahkan bahwa keikutsertaan dalam acara ini menjadi kesempatan untuk menunjukkan kualitas daging sapi Australia secara langsung kepada para chef.
“Kegiatan ini juga memperkuat kolaborasi dengan mitra industri serta mendorong pemanfaatan daging merah Australia yang lebih luas di Indonesia,” tutup Andrew Cox.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(PRI)