Jakarta: Memasuki fase akhir Ramadan, masjid-masjid mulai dipenuhi umat Islam yang ingin melaksanakan iktikaf. Ibadah berdiam diri di masjid ini merupakan sarana utama untuk meraih kemuliaan malam Lailatul Qadar.
Namun, perlu diingat bahwa inti dari sahnya ibadah ini bermula dari niat yang tulus di dalam hati.
Meskipun iktikaf sah dilakukan kapan saja selama bulan Ramadan, sepuluh malam terakhir memiliki magnet tersendiri karena di sanalah umat Islam berlomba meraih kemuliaan malam Lailatul Qadar.
Keistimewaan ini ditegaskan dalam hadis riwayat Ibnu Hibban, di mana Rasulullah SAW bersabda, 'Siapa yang ingin beriktikaf bersamaku, maka beriktikaf lah pada sepuluh malam terakhir.'
Secara bahasa, iktikaf berarti menetap di dalam masjid dengan niat yang spesifik. Niat ini pun bisa bervariasi antar individu; ada yang fokus ingin mendekatkan diri kepada Allah, mengejar pahala Lailatul Qadar, melakukan evaluasi diri (muhasabah), hingga semata-mata mengharap rida dan kasih sayang-Nya.
Niat adalah rukun pertama dalam iktikaf. Tanpa niat, berdiam diri di masjid hanya akan bernilai istirahat biasa. Melansir dari NU Online, niat berfungsi membedakan antara aktivitas hidayah (ibadah) dengan aktivitas duniawi biasa.
Niat ini diucapkan saat seseorang mulai memasuki atau berada di dalam masjid untuk memulai iktikafnya. Berikut bacaan niat Iktikaf.
Niat Iktikaf
Bagi Sobat Medcom yang melaksanakan iktikaf sebagai amalan sunnah (terutama di 10 malam terakhir Ramadan), berikut adalah lafal niat yang dapat dibaca:
نَوَيْتُ الاِعْتِكَافَ فِي هذَا المَسْجِدِ لِلّهِ تَعَال
Nawaitul i’tikāfa fī hādzal masjidi lillāhi ta‘ālā
Artinya: “Saya berniat i’tikaf di masjid ini karena Allah SWT.”
Baca Juga :
Itikaf Ramadan 2026 Mulai Kapan? Catat Tanggal dan Waktu Terbaik Pelaksanaannya
Rukun & Syarat Itikaf
Pada agenda itikaf, terdapat rukun dan syarat yang perlu kamu perhatikan saat melaksanakan itikaf, yaitu:
Melafalkan niat
Berdiam diri di masjid minimal selama tuma'ninah salat
Masjid
Orang yang melaksanakan itikaf
Sehabis memperhatikan rukunnya, ada baiknya kita memperhatikan syarat-syarat sah untuk melakukan itikaf, yaitu:
Orang yang beri'tikaf beragama Islam
Orang yang beri'tikaf memiliki akal sehat
Orang yang beri'tikaf tidak berhadas besar
Demikianlah niat, syarat, serta rukun iktikaf yang perlu kita pahami bersama. Dengan memahami landasan dasar tersebut, ibadah berdiam diri di masjid yang kita lakukan bukan lagi sekadar rutinitas, melainkan amalan sah yang bernilai pahala besar.
(Fany Wirda Putri)
Jakarta: Memasuki fase akhir Ramadan, masjid-masjid mulai dipenuhi umat Islam yang ingin melaksanakan
iktikaf. Ibadah berdiam diri di masjid ini merupakan sarana utama untuk meraih kemuliaan malam Lailatul Qadar.
Namun, perlu diingat bahwa inti dari sahnya ibadah ini bermula dari niat yang tulus di dalam hati.
Meskipun iktikaf sah dilakukan kapan saja selama
bulan Ramadan, sepuluh malam terakhir memiliki magnet tersendiri karena di sanalah umat Islam berlomba meraih kemuliaan malam Lailatul Qadar.
Keistimewaan ini ditegaskan dalam hadis riwayat Ibnu Hibban, di mana Rasulullah SAW bersabda, 'Siapa yang ingin beriktikaf bersamaku, maka beriktikaf lah pada sepuluh malam terakhir.'
Secara bahasa, iktikaf berarti menetap di dalam masjid dengan niat yang spesifik. Niat ini pun bisa bervariasi antar individu; ada yang fokus ingin mendekatkan diri kepada Allah, mengejar pahala Lailatul Qadar, melakukan evaluasi diri (muhasabah), hingga semata-mata mengharap rida dan kasih sayang-Nya.
Niat adalah rukun pertama dalam iktikaf. Tanpa niat, berdiam diri di masjid hanya akan bernilai istirahat biasa. Melansir dari NU Online, niat berfungsi membedakan antara aktivitas hidayah (ibadah) dengan aktivitas duniawi biasa.
Niat ini diucapkan saat seseorang mulai memasuki atau berada di dalam masjid untuk memulai iktikafnya. Berikut bacaan niat Iktikaf.
Niat Iktikaf
Bagi Sobat Medcom yang melaksanakan iktikaf sebagai amalan sunnah (terutama di 10 malam terakhir Ramadan), berikut adalah lafal niat yang dapat dibaca:
نَوَيْتُ الاِعْتِكَافَ فِي هذَا المَسْجِدِ لِلّهِ تَعَال
Nawaitul i’tikāfa fī hādzal masjidi lillāhi ta‘ālā
Artinya: “Saya berniat i’tikaf di masjid ini karena Allah SWT.”
Rukun & Syarat Itikaf
Pada agenda itikaf, terdapat rukun dan syarat yang perlu kamu perhatikan saat melaksanakan itikaf, yaitu:
Melafalkan niat
Berdiam diri di masjid minimal selama tuma'ninah salat
Masjid
Orang yang melaksanakan itikaf
Sehabis memperhatikan rukunnya, ada baiknya kita memperhatikan syarat-syarat sah untuk melakukan itikaf, yaitu:
Orang yang beri'tikaf beragama Islam
Orang yang beri'tikaf memiliki akal sehat
Orang yang beri'tikaf tidak berhadas besar
Demikianlah niat, syarat, serta rukun iktikaf yang perlu kita pahami bersama. Dengan memahami landasan dasar tersebut, ibadah berdiam diri di masjid yang kita lakukan bukan lagi sekadar rutinitas, melainkan amalan sah yang bernilai pahala besar.
(
Fany Wirda Putri)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(RUL)