Mantan Presiden BJ Habibie menghadiri pembukaan Sidang Tahunan MPR Tahun 2017 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (16/8). (Foto: Antara/Akbar Nugroho Gumay).
Mantan Presiden BJ Habibie menghadiri pembukaan Sidang Tahunan MPR Tahun 2017 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (16/8). (Foto: Antara/Akbar Nugroho Gumay).

BJ Habibie Bicara Tantangan Reformasi

Nur Azizah • 22 Mei 2018 07:31
Jakarta: Mantan Presiden RI Bacharuddin Jusuf Habibie mengungkapkan sejumlah tantangan untuk mewujudkan cita-cita reformasi. Salah satunya tegas dalam menyikapi kelompok-kelompok yang menolak perubahan.
 
Habibie mengatakan banyak pihak yang enggan berubah dan akhirnya berujung konflik. Ia menuturkan bila tidak ingin melakukan perubahan, seseorang harus memiliki nilai yang bisa dipertahankan.
 
"Banyak yang berkeyakinan, kalau kebijakan yang sudah diputuskan (pemerintah) tidak dapat diganggu. Padahal rakyat tidak menghendaki. Kalau memang dia merasa hebat silakan tunjukkan dan perjuangkan," kata Habibie dalam program Prime Talk di Metro TV, Jakarta, Senin, 21 Mei 2018.

Baca juga: BJ Habibie: Reformasi tak Berhenti Sampai Mati
 
Habibie juga mengkritisi tindakan anarkis warga saat melakukan demo. Menurutmya, aspirasi bisa disampikan dengan cara-cara santun dan sopan.
 
"Saya setuju demo kalau dilakukan dengan cara yang baik. Tapi jangan membakar, menusuk orang atau meneror karena itu kriminal," ungkapnya.
 
Warga pun dipersilakan untuk mencari alternatif atau perwakilan yang bisa memperjuangkan keinginannya. "Jangan pakai cara yang tidak benar, dan jangan pakai alasan kekerasan untuk mencapai keinginan," pungkas dia.
 
Baca juga: Jokowi Diminta Wujudkan Cita-cita Reformasi
 
Reformasi sudah berjalan selama dua dekade. Era ini lahir setelah Presiden RI kedua Soeharto lengser dari jabatannya pada 21 Mei 1998.
 

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(HUS)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>