Barang bukti penemuan celurit di Slipi diperlihatkan polisi di Jakarta Barat, Rabu, 29 April 2020. Foto: Istimewa
Barang bukti penemuan celurit di Slipi diperlihatkan polisi di Jakarta Barat, Rabu, 29 April 2020. Foto: Istimewa

Celurit di Gerbang Tol Slipi Tak Terkait Kasus Begal

Nasional tawuran Virus Korona
Zakaria Habib • 30 April 2020 03:00
Jakarta: Polisi menerima laporan tentang penemuan senjata tajam jenis celurit di Gerbang Tol Slipi 1, Jakarta Barat, tepatnya di lajur GSO (Gardu Semi Otomatis) 02, Selasa, 21 April 2020. Senjata itu dipastikan tak terkait kasus pembegalan.
 
Kapolres Metro Jakarta Barat Komisaris Besar (Kombes) Audie S Latuheru menyebut celurit ini berhubungan dengan tawuran dua kelompok pemuda. Perkelahian kedua kubu dibubarkan warga sehingga para pemuda kocar-kacir sembari membuang senjatanya.
 
"Ketiga pemuda yang berboncengan menggunakan sepeda motor melarikan diri hingga ke lampu merah Slipi putar balik dan ada seorang pemuda yang masuk ke gerbang jalan tol lalu membuang sajam (senjata tajam) di sekitar lokasi," kata Audie di Jakarta, Rabu, 29 April 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dalam kasus ini, polisi membekuk dua dari tiga pemuda, MRP alias RVN, 16; dan TF alias ADN, 16. Saat kejadian, tersangka MRP membawa airsoft gun, sedangkan TF yang memiliki celurit.
 
"Temannya berinisial RAP alias RMY kami lakukan pemeriksaan sebagai saksi karena tidak membawa jenis sajam apapun," sambung Audie.
 
Ada berapa barang bukti yang disita petugas. Benda ini yakni dua pakaian pelaku saat di tempat kejadian perkara (TKP), dua celana panjang, satu ponsel, satu sepeda motor Yamaha Mio, satu revolver airsoft gun, satu tabung CO2 airsoft gun, dan satu celurit bergagang kayu
 
Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Metro Jakarta Barat Komisaris Polisi (Kompol) Teuku Arsya menerangkan MRP, TF, dan RAP anggota geng motor Kelompok Tanjung Duren 23. Di tengah pandemi virus korona (covid-19), mereka berkeliling Palmerah dan Tanjung Duren.
 
"Di saat tersebut mereka bertemu dengan kelompok geng motor lainnya dikenal dengan Anak Kobam dan terlibat tawuran," ujar Arsya.
 
Baca: Tawuran, Belasan Remaja Tangsel Diancam 12 Tahun Penjara
 
Warga sekitar yang melihat kejadian langsung membubarkan tawuran. Anggota geng motor itu kemudian berpencar melarikan diri.
 
Arsya mengimbau orang tua serta tokoh masyarakat berperan aktif mendidik para anak muda. Mereka harus diberikan bekal positif agar kejadian serupa tidak terulang.
 
(OGI)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif