NEWSTICKER
Kepala BNPB Letjen Doni Monardo. Foto: Medcom.id/Theofilus Ifan Sucipto
Kepala BNPB Letjen Doni Monardo. Foto: Medcom.id/Theofilus Ifan Sucipto

Rapid Test Diprioritaskan untuk Paramedis

Nasional Virus Korona virus corona
Nur Azizah • 24 Maret 2020 13:22
Jakarta: Pemerintah memprioritaskan rapid test atau tes cepat virus korona untuk paramedis. Presiden Joko Widodo menganggap profesi itu paling rentan terpapar.
 
"Karena mereka paling rentan untuk terpapar dan bersentuhan langsung dengan pasien korona," kata Kepala Gugus Tugas Covid-19, Doni Monardo dalam video konpersnya, Jakarta Pusat, Selasa, 24 Maret 2020.
 
Baca:Prioritas Penggunaan 100 Ribu Alat Rapid Test DKI

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain tenaga medis, rapid test juga diprioritaskan di zona rawan. DKI Jakarta menjadi salah satu wilayah prioritas.
 
"Kita utamakan juga masyarakat yang berada di zona rawan karena sudah ada sebagian masyarakat dari kawasan terebut positif covid-19," ungkap dia.
 
Sejumlah anggota DPR meminta pemerintah memberikan 'jatah' rapid test untuk mereka dan keluarganya. Namun, wacana ini menuai kritik dari warga dan Partai NasDem.
 
Baca: NasDem Tolak Penggunaan APBN untuk Rapid Test Legislator
 
Partai NasDem tidak setuju rapid test virus korona untuk wakil rakyat dibiayai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Anggota DPR harus merogoh kocek sendiri untuk mengetahui kondisi kesehatannya.
 
"Yang salah kalau masyarakat bayar, anggota DPR tidak bayar. Ini anggota DPR bayar, NasDem tidak setuju kalau menggunakan ABPN," Ketua Fraksi Nasdem DPR Ahmad Ali kepada Medcom.id, Jakarta, Selasa, 24 Maret 2020.
 
Kasus positif covid-19 di seluruh Indonesia per Senin, 23 Maret 2020, mencapai 579 pasien. Virus itu mengakibatkan 49 korban jiwa, sementara 30 orang dinyatakan sembuh.
 
Pasien positif korona terbanyak berada di Jakarta. Data di situs corona.jakarta.go.id mencatat 356 pasien positif di Ibu Kota. Sebanyak 218 pasien masih dirawat, sedangkan 85 lainnya isolasi mandiri. Pasien sembuh mencapai 22 orang dan meninggal 31 orang.

 

(ADN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif