Ilustrasi. Angklung dimainkan di Jepang. Foto: Dok KJRI Osaka.
Ilustrasi. Angklung dimainkan di Jepang. Foto: Dok KJRI Osaka.

Kominfo Kenalkan Angklung di DEWG G20

Candra Yuri Nuralam • 19 Mei 2022 02:08
Jakarta: Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mengenalkan angklung dalam Digital Economy Working Group (DEWG) G20. Alat musik tradisional itu dijadikan hiburan untuk para delegasi yang hadir dalam sidang kedua DEWG G20 di Yogyakarta.
 
"Sebagai salah satu alat musik yang berkembang di Indonesia angklung merefleksikan harmoni untuk memainkannya," kata Sekretaris Jenderal Kominfo Mira Tayyiba melalui keterangan tertulis, Rabu, 18 Mei 2022.
 
Pengenalan angklung itu sebagai simbol harmonisasi bagi para delegasi. Kominfo berharap kesepakatan forum internasional bisa harmoni layaknya alunan nada yang dikeluarkan dari para pemain angklung.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Angklung terbuat dari tabung bambu dan dimainkan dengan cara menggoyangkan agar menghasilkan bunyi nada yang harmonis," ujar Mira.
 
Kesepakatan isu dalam forum ini diyakini sangat memengaruhi perkembangan ekonomi digital. Atas dasar itulah, kesepakatan yang harmoni harus dicapai dengan rukun layaknya melodi yang dikeluarkan dari pemain angklung.
 
"Seperti yang kita saksikan dalam Grand Launching DTS 2022 tadi, pemusik dapat memainkan hampir semua lagu dengan angklung secara harmoni," kata Mira.
 
Baca: Transformasi Digital Nasional Dorong Kebutuhan Talenta Digital
 
Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate bakal memanfaatkan lanjutan pertemuan Digital Economy Working Group (DEWG) G20 dengan baik. Sebanyak tiga isu digital bakal terus dibahas Indonesia dalam forum itu.
 
"Tiga isu prioritas DEWG, yaitu konektivitas dan pemulihan pascacovid-19, keterampilan digital dan literasi digital, dan aliran data dengan kepercayaan dan aliran data lintas batas," kata Johnny melalui keterangan tertulis, Selasa, 17 Mei 2022.
 
Johnny berharap delegasi perwakilan negara G20 bertukar pikiran tentang tiga isu prioritas itu. Ketiga isu itu diyakini bisa membantu negara peserta G20 pulih dari pandemi covid-19 dengan cepat.
 
(JMS)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif