Kondisi salah satu gedung Universitas Tadulako pascagempa, dokumentasi Untad.
Kondisi salah satu gedung Universitas Tadulako pascagempa, dokumentasi Untad.

LIPI: Sumber Mata Pencaharian Warga Sulteng Perlu Dipulihkan

Nasional Riset dan Penelitian Gempa Donggala
Intan Yunelia • 15 Januari 2019 08:15
Jakarta:Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mengkaji proses pemulihan pascabencana di Palu, Sigi dan Donggala, Sulawesi Tengah. Dari aspek ekonomi, pemerintah perlu memulihkan tiga mata pencaharian utama mayoritas warga Sulawesi Tengah.
 
"Tiga sektor tersebut yakni pertanian, perdagangan dan perikanan laut," kata Peneliti Pusat Penelitian Kependudukan LIPI, Gusti Ayu Ketut Surtiari dalam diskusi Hasil Kajian Penanganan Pascabencana di Kantor LIPI, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Selasa, 15 Januari 2019.
 
Di sektor pertanian, LIPI merekomendasikan perlu adanya kepastian status lahan pertanian yang hilang. Serta besarnya kompensasi akibat bencana, sehingga dapat dijadikan sebagai modal usaha tani bagi warga.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca:Relokasi Hunian Perlu Pertimbangkan Psikis Korban Bencana
 
Sedangkan untuk sektor kelautan, rekomendasi yang diberikan tim peneliti adalah dengan adanya bantuan kepada nelayan tradisional. Dapat berupa peralatan melaut.
 
"Juga sarana untuk menyimpan ikan agar tetap segar dan bisa digunakan oleh istri-istri nelayan untuk menjual ikan hasil tangkapan suaminya," ujar Gusti.
 
Sementara itu, dalam sektor perdagangan, LIPI merekomendasikan pentingnya bantuan modal dan tempat usaha bagi pedagang. Hal tersebut sesuai dengan kebutuhan jenis usaha dagang dan skala usahanya.
 
"Juga penyediaan dan peningkatan akses informasi, modal, keterampilan, teknologi dan akses pasar yang lebih luas bagi penyintas serta bimbingan dalam kegiatan usaha," pungkasnya.
 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi