Ilustrasi ojek online - MI/Arya Manggala.
Ilustrasi ojek online - MI/Arya Manggala.

Pembatasan Diskon Diharapkan Tidak Menurunkan Tarif Ojol

Nasional ojek online taksi online transportasi berbasis aplikasi polemik taksi online
Muhammad Syahrul Ramadhan • 13 Juni 2019 11:59
Jakarta: Gabungan Aksi Roda Dua (Garda) menyambut positif rencana Kementerian Perhubungan membatasi diskon tarif ojek online (ojol). Namun, mereka berharap pembatasan itu tidak menimbulkan penurunan tarif.
 
"Kami tidak inginkan penurunan tarif kembali. Karena evaluasi per tiga bulan nanti kita berharap tarif bisa dikoreksi lebih baik. Kami masih menginginkan tarif ideal untuk ojek online," ujarKetua Garda Igun Wicaksono kepada Medcom.id, Kamis, 13 Juni 2019.
 
Igun menyebut tarif ideal hasil kajian bersama Kemenhub Rp2.400 nett per kilometer. Sedangkan per 1 Mei 2019 diputuskan Rp2.000 nett per kilometer.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


(Baca juga:YLKI : Diskon Tarif Ojol Tak Masalah)
 
"Jadi masih ada selisih Rp400. Kami berharap masa percobaan tiga bulan ini diperbaiki lagi, bisa mendekati angka ideal naik secara bertahap agar penumpang tidak terkejut," kata Igun.
 
Igun mengakui diskon merupakan salah satu mekanisme mengatasi tarif dan menjaga pelanggan. Garda berharap Kemenhub proaktif mengatur ambang batas promosi maupun diskon dari perusahaan aplikasi.
 
"Harus ada aturan ambang batas, jangan sampai menimbulkan perang promosi akhirnya menjadipredatory pricingatau menjadi persaingan usaha tidak sehat. Sehingga kalau satu ada yang merugi, akhirnya satu menjadi monopoli," jelas dia.
 

(REN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif