Tahun Depan, Dana Keluarga Harapan Dikerek

Yogi Bayu Aji 03 Desember 2018 18:41 WIB
pkhdana pkh
Tahun Depan, Dana Keluarga Harapan Dikerek
Presiden Joko Widodo saat sosialisasi PKH di Gelanggang Remaja, Otista, Jakarta Timur, Senin 3 Desember 2018. Foto: Medcom.id/Yogi Bayu Aji.
Jakarta: Presiden Joko Widodo menjanjikan dana Program Keluarga Harapan (PKH) naik pada 2019. Rencananya nominalnya meningkat dua kali lipat dibanding 2018 yang mencapai Rp1.800.090.000 per tahun.
 
"Tahun depan kurang lebih dua kali lipat. Ini patut kita syukuri bersama. Kalau dapat lebih gede kita syukuri," kata Jokowi dalam sosialisasi PKH di Gelanggang Remaja, Otista, Jakarta Timur, Senin 3 Desember 2018.
 
Jokowi belum bisa membuka angka pasti yang akan diberikan kepada masyarakat. Masalah itu, kata dia, masih dihitung.
 
Kepala Negara hanya memastikan pencairan dana bakal dimajukan sebulan lebih awal pada 2019. Dana bisa ditarik pada Januari, April, Juli, dan Oktober.
 
Presiden mengingatkan agar dana ini dimanfaatkan dengan baik untuk pendidikan anak, gizi keluarga, maupun usaha. Jokowi menekankan dana tak boleh dihabiskan untuk rokok.
 
"Kalau ketahuan beli rokok, ini dicabut," jelas dia.
 
Mengenang masa blusukan
 
Jokowi berdiskusi dengan warga pengguna PKH. Mereka adalah Suwarti, warga Cipinang Muara, Jakarta Timur, dan Ai Julaeha warga Kebon Pala, Jakarta Timur.
 
Suwarti yang mendapatkan giliran pertama diwawancarai Jokowi. Presiden menanyakan apakah dirinya sempat blusukan ke Cipinang Muara saat masih masih menjadi gubernur DKI.
 
"Saya pernah ke sana enggak?" tanya Jokowi.

Baca: Mensos Diminta Perbaiki Data Penerima Bantuan Iuran

Suwarti menjawab pernah. Namun, dia lupa tanggal berapa peristiwa itu terjadi. "Ingatnya (Jokowi) pernah," kata Suwarti.
 
Jokowi menanyakan apakah Suwarti setuju bila dana PKH naik dua kali lipat. Suwarti menjawab dengan semangat setuju. "Mau banget, banget. Ini terbantu banget Pak," jelas Suwarti.
 
Suwarti mengaku menggunakan dana PKH untuk keperluan sekolah anak dan keperluan keluarga.
 
Sementara itu, pertanyaan serupa juga dilontarkan Jokowi ke Julaeha apakah dirinya pernah berkunjung ke Kebon Pala, wilayah rumah Julaeha.
 
"Pernah. Silaturahim," kata Julaeha kepada Jokowi.
 
Julaeha setuju PKH naik dua kali lipat. Dananya bisa dia pakai untuk bisnis klepon jagung. Jokowi kemudian menanyakan keuntungan yang didapat dari usahanya.
 
Jualeha mengaku mendapatkan Rp100 ribu dan kini sudah tidak bergantung pada PKH. Jokowi senang dengan sikap Julaeha yang mau lepas dari PKH. Pasalnya, masih ada 16 juta warga belum mendapat PKH.
 
Di akhir sambutannya, Jokowi pun memberikan hadiah kepada Suwarti dan Jualeha. "Ini saya beri foto, kan masa pemilu enggak boleh beri sepeda, jadi kasih foto saja," kata Jokowi.






(FZN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id