Kondisi Sulteng pascabencana, 3 Januari 2018. Foto: Antara/Muhammad Hamzah
Kondisi Sulteng pascabencana, 3 Januari 2018. Foto: Antara/Muhammad Hamzah

Ahmad Ali: Sulteng Perlu Visi Pembangunan Baru

Nasional Gempa Donggala
01 Februari 2019 18:18
Palu: Ketua Fraksi NasDem DPR, Ahmad M Ali, menilai pembangunan baru di Sulawesi Tengah memerlukan visi yang mempertimbangkan risiko kebencanaan berbasis kawasan. Tanpa itu, efek negatif bencana tak bisa ditekan.
 
"Kita perlu cara pandang baru untuk mengurangi risiko-risiko bencana. Harus ada perspektif baru dalam aglomerasi dan perhitungan pemanfaatan zonasi ruang yang berbeda," kata Ali melalui keterangan tertulis, Jumat, 1 Februari 2019.
 
Cara pandang baru itu, lanjut Ali, harus dilakukan terencana. Putra asli Sulawesi Tengah ini meminta pemerintah membuat peta jalan atau roadmap 25 tahun ke depan untuk menetapkan kawasan dalam desain tata ruang baru. Ia mencontohkan, untuk wilayah lembah Palu, bisa dibangun pusat studi nasional penanggulangan bencana.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Palu bisa dijadikan tempat bagi ilmuan dari berbagai penjuru dunia datang untuk belajar tentang bencana geologis. Ini dilakukan untuk melakukan mitigasi secara nasional," kata putra asli Sulawesi Tengah itu.
 
Sulteng pun perlu menetapkan kawasan pertumbuhan ekonomi berbasis industri ekstraktif terpadu. Termasuk, menetapkan kawasan potensial untuk dijadikan sebagai pusat wisata.
 
"Kita harus belajar dan melatih semua stakeholder menyusun rencana pembangunan berbasis pengurangan risiko bencana," katanya.
 
Baca: Dana Rekonstruksi Korban Bencana Palu Cair Pekan Depan
 
Pemerintah Sulawesi Tengah sebelumnya membeberkan tahap pembangunan Palu dan sekitarnya baru bisa dimulai awal 2019. Pembangunan ditargetkan berjalan dua tahun dengan total dana Rp18 triliun. Dana pembangunan berasal dari pemerintah pusat, pinjaman, dan pihak ketiga berupa sumbangan.
 
Terkait potensi kerawanan bencana, pascagempa disertai tsunami, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah melakukan penelitian di Sulawesi Tengah. Hasilnya, ada tiga zona yang menggambarkan tingkat guncangan di Palu.
 
Ketiganya ditandai dengan zona hijau dan hijau tua, zona kuning hingga cokelat, dan zona merah hingga merah muda.
 
Zona hijau dan hijau muda memiliki kerentanan rendah dengan angka kurang dari 5. Zona kuning hingga kecokelatan merupakan gambaran kerentanan menengah dengan angka 5 hingga 15. Dan zona merah hingga merah muda sebagai daerah memiliki kerentanan tinggi dengan angka lebih dari 15.
 

 

(UWA)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif