Senior Manager Marketing Biznet, Adrianto Sulistyo. Foto: Medcom/fatha annisa
Senior Manager Marketing Biznet, Adrianto Sulistyo. Foto: Medcom/fatha annisa

Biznet Sebut Harga Bukan Lagi Faktor Utama Pilih Layanan Internet

Fatha Annisa • 04 Maret 2026 14:36
Ringkasnya gini..
  • Biznet menyebut harga bukan lagi faktor utama dalam memilih layanan internet, melainkan kualitas dan value.
  • Sepanjang 2025, Biznet mencatat pertumbuhan pendapatan 30 persen.
  • Ke depan, Biznet fokus memperkuat layanan ritel dan infrastruktur jaringan untuk menjaga pertumbuhan di tengah persaingan industri internet.
Jakarta: Di tengah persaingan industri internet yang semakin ketat, harga ternyata bukan lagi faktor utama dalam menentukan pilihan pelanggan. Hal ini tercermin dari dinamika pasar yang dihadapi Biznet sepanjang 2025 hingga proyeksi 2026.
 
Senior Manager Marketing Biznet, Adrianto Sulistyo mengungkapkan masyarakat Indonesia kini semakin rasional dalam memilih layanan internet. Jika dulu harga murah menjadi daya tarik utama, kini konsumen justru lebih kritis.
 
“Kalau mereka lihat harganya murah, mereka tanya dulu kualitasnya bagus nggak?,” kata Adrianto dalam media gathering di Jakarta, Selasa, 3 Maret 2026.
 
Baca juga: Perjalanan 25 Tahun Biznet, Terus Berinovasi untuk Tekan Kesenjangan Digital

 
Sebaliknya, ketika harga yang ditawarkan relatif lebih tinggi, konsumen juga tetap menimbang kualitas. Jika layanan tersebut direkomendasikan oleh teman atau keluarga dan terbukti memiliki performa yang baik, maka harga yang lebih mahal pun dianggap wajar.
 
Adrianto menjelaskan fenomena ini menunjukkan bahwa kesesuaian antara harga paket internet dengan benefit yang diperoleh menjadi faktor yang jauh lebih penting. Konsumen kini mencari value, bukan sekadar tarif terendah.
 
“Jadi ternyata harga tidak menjadi pilihan nomor satu dalam memilih layanan yang kita lihat di 2025,” ujarnya.
 
 
Baca juga: Biznet Gelar Festival dan Fun Run di Palembang 2025
 

Pertumbuhan Bisnis Tumbuh Signifikan

Perubahan perilaku konsumen tersebut berdampak positif pada kinerja bisnis Biznet. Sepanjang 2025, perusahaan mencatat pertumbuhan pendapatan sebesar 30 persen. Kenaikan ini terutama didorong oleh meningkatnya kebutuhan internet di sektor rumah tangga serta usaha kecil.
 
Dari sisi komposisi pelanggan, Adrianto menyebut segmen ritel atau business to consumer (B2C) semakin mendominasi dibandingkan business to business (B2B). Sekitar 70 persen pendapatan Biznet berasal dari segmen B2C, sementara B2B berkontribusi sekitar 30 persen.
 
“Dari sejak pandemi, top line terus naik. Total revenue naik, tetapi secara komposisi pelanggan, B2C lebih banyak dibandingkan B2B,” pungkasnya.
 
Fokus utama strategi Biznet ke depan adalah penguatan layanan ritel serta kesiapan infrastruktur jaringan. Dengan semakin cerdasnya konsumen dalam menilai kualitas layanan, investasi pada jaringan dan pengalaman pelanggan menjadi kunci untuk mempertahankan pertumbuhan.
 
 

Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(PRI)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>