Ilustrasi. freepik
Ilustrasi. freepik

Ingin Gula Darah Stabil? Awali Berbuka dengan Sayuran

Adri Prima • 22 Februari 2026 22:53
Ringkasnya gini..
  • Mengawali makan dengan sayuran membantu memperlambat penyerapan karbohidrat dan menekan lonjakan glukosa.
  • Keduanya memperlambat pengosongan lambung dan membantu respons insulin lebih stabil.
  • Strategi ini terbukti turunkan lonjakan gula darah hingga 44% pada diabetes tipe 2, ditambah jalan kaki 10 menit setelah makan.
Jakarta: Urutan makanan saat berbuka puasa ternyata berpengaruh terhadap kadar gula darah. Mengawali makan dengan sayuran disebut dapat membantu mengendalikan lonjakan gula darah setelah makan.
 
Sayuran yang dikonsumsi lebih dulu menciptakan lapisan serat di sistem pencernaan. Lapisan ini berperan memperlambat penyerapan karbohidrat sehingga respons gula darah menjadi lebih terkendali.
 
"Studi menunjukkan bahwa urutan makanan yang dimakan saat makan dapat memengaruhi kadar gula darah pasca makan," kata ahli sains nutrisi (MS) sekaligus koordinator dukungan nutrisi di Tufts Medical Center Grace Phelan dilansir dari EatingWell.

Pilihan seperti brokoli panggang atau selada bisa menjadi menu pembuka. Kandungan serat yang tinggi pada sayuran membantu memperlambat proses pencernaan karbohidrat.
 
"Memakannya lebih awal saat makan dapat membantu memoderasi gula darah dengan menciptakan peningkatan glukosa yang lebih lambat dan bertahap," imbuh Phelan.
 
Baca juga:
Pilihan Olahraga Ringan Agar Tetap Fit di Bulan Ramadan
 

Dilanjutkan dengan protein


Setelah sayuran, sumber protein dan lemak disarankan dikonsumsi berikutnya. Menu tersebut dapat berupa ayam panggang, ikan, telur, maupun tahu.
 
Protein dan lemak diketahui memperlambat pengosongan lambung secara alami. Proses ini membuat glukosa dari karbohidrat masuk ke aliran darah secara lebih bertahap.
 
Protein juga merangsang hormon usus GLP-1 yang membantu meningkatkan produksi insulin secara efisien sekaligus menekan nafsu makan.
 

Karbohidrat dikonsumsi terakhir


Adapun makanan tinggi karbohidrat seperti nasi atau kentang sebaiknya dikonsumsi terakhir. Serat dan protein yang telah masuk lebih dulu akan berfungsi sebagai penyangga.
 
Sejumlah penelitian menunjukkan metode ini dapat menurunkan lonjakan gula darah hingga 44 persen pada penderita diabetes tipe 2.
 
Selain itu, aktivitas ringan seperti berjalan kaki selama 10 menit setelah makan juga membantu otot menyerap glukosa tanpa membutuhkan banyak insulin. 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(PRI)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan