Dirjen Bea Cukai lakukan kunjungan kerja ke tiga Kantor Wilayah di Kudus, Kediri, dan Pasuruan. ist
Dirjen Bea Cukai lakukan kunjungan kerja ke tiga Kantor Wilayah di Kudus, Kediri, dan Pasuruan. ist

Dirjen Bea Cukai Dorong Kinerja Penerimaan Negara di Jateng dan Jatim

Adri Prima • 16 April 2026 21:31
Ringkasnya gini..
  • Dirjen Bea dan Cukai melakukan kunjungan kerja di tiga kantor wilayah dalam rangka memastikan kinerja penerimaan negara optimal.
  • Kunjungan dilakukan masing-masing di Bea Cukai Kudus, Bea Cukai Kediri, dan Bea Cukai Pasuruan.
  • Kunjungan Dirjen Bea Cukai ke tiga kantor pelayanan ini juga menegaskan komitmen penguatan integritas dan pelayanan yang transparan.
Jakarta: Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Letjen TNI (Purn.) Djaka Budhi Utama melakukan kunjungan kerja dalam rangka memastikan kinerja penerimaan negara tetap optimal sekaligus memperkuat integritas pegawai di tiga kantor wilayah, yakni Kanwil Bea Cukai Jawa Tengah dan DIY, Kanwil Bea Cukai Jawa Timur II, serta Kanwil Bea Cukai Jawa Timur I.
 
Kegiatan tersebut diselenggarakan secara terpusat masing-masing di Bea Cukai Kudus, Bea Cukai Kediri, dan Bea Cukai Pasuruan, sehingga seluruh jajaran pegawai di tiap-tiap wilayah dapat menerima arahan strategis pimpinan secara langsung dan menyeluruh. 
 
“Di kondisi global yang tengah terjadi konflik, kita tidak boleh menurunkan kualitas pelayanan dan pengawasan,” ujar Djaka.

Kunjungan diawali di Bea Cukai Kudus, yang menjadi titik konsolidasi bagi jajaran Kanwil Bea Cukai Jawa Tengah dan DIY. Dalam kesempatan tersebut, Djaka menyoroti perubahan karakteristik kantor Bea Cukai Kudus yang kini tidak lagi hanya bertumpu pada sektor cukai, tetapi juga berkembang pesat pada kawasan berikat. 
 
Ia menekankan pentingnya fokus pada dua core bisnis tersebut, serta mendorong seluruh jajaran untuk tetap optimistis dalam mencapai target penerimaan tahun 2026. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga integritas dengan menerapkan prinsip zero fraud dan menghindari praktik yang dapat mencederai kepercayaan masyarakat.
 
Selain itu, penguatan kerja tim menjadi perhatian utama. Kinerja organisasi tidak dapat dicapai secara individual, melainkan melalui kolaborasi yang solid. 
Dalam konteks global yang penuh ketidakpastian, Bea Cukai dituntut mampu menjaga keseimbangan antara optimalisasi penerimaan negara dan pemberian fasilitas kepada pelaku usaha tanpa mengorbankan kualitas pelayanan maupun pengawasan.
 
Kunjungan dilanjutkan ke Bea Cukai Kediri sebagai titik temu bagi jajaran Kanwil Bea Cukai Jawa Timur II. Dalam arahannya, Dirjen mengapresiasi capaian penerimaan Bea Cukai Kediri.
 
Ia menyoroti pentingnya menjaga integritas di tengah adanya aduan masyarakat. Menurutnya, kejadian operasi tangkap tangan (OTT) harus menjadi early warning bagi seluruh pegawai untuk terus berbenah. 
 
Di sisi lain, keterbatasan sumber daya manusia di tengah meningkatnya jumlah kawasan berikat di wilayah Kanwil Jawa Timur II menuntut inovasi dan pemanfaatan teknologi agar pelayanan tetap berjalan optimal.
 
Isu strategis lain yang turut menjadi perhatian adalah ketergantungan penerimaan pada industri hasil tembakau. Djaka menegaskan perlunya penguatan pengawasan guna melindungi industri legal dari peredaran rokok ilegal. “Kalau kita ingin tetap dipercaya, tunjukkan kinerja terbaik kita,” katanya.
 
Rangkaian kunjungan ditutup di Bea Cukai Pasuruan yang merupakan tulang punggung penerimaan cukai nasional.  
 
“Bea Cukai Pasuruan merupakan penyumbang penerimaan cukai terbesar di Indonesia, saya hadir di sini untuk bersama-sama memastikan target penerimaan dapat tercapai,” ujarnya.
 
Ia mengingatkan bahwa keberhasilan tidak hanya diukur dari capaian angka, tetapi juga dari kontribusi nyata dalam menjaga stabilitas penerimaan negara sehingga pengawasan terhadap potensi pelanggaran di bidang kepabeanan dan cukai, termasuk berbagai modus baru, juga harus terus diperkuat.
 

Komitmen penguatan integritas


Kunjungan Dirjen Bea Cukai ke tiga kantor pelayanan ini juga menegaskan komitmen penguatan integritas dan peningkatan kinerja penerimaan, serta menghadirkan pelayanan yang semakin cepat, transparan, dan akuntabel bagi pelaku usaha. 
 
Di sisi lain, pengawasan yang semakin efektif akan melindungi industri dalam negeri dari praktik ilegal, sehingga menciptakan iklim usaha yang sehat dan berkeadilan.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(PRI)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>