Jakarta: Mabes Polri mengeklaim telah mengantisipasi dua kelompok yang menggelar aksi di kawasan car free day (CFD) Jakarta. Kelompok tersebut adalah massa berkaus #2019GantiPresiden dan massa berkaus #DiaSibukKerja
"Kemarin kan sudah dipisahin itu, sudah diarahkan satu kelompok tidak melalui HI (Bundaran Hotel Indoensia)," kata Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto di Mabes Polri, Jakarta, Senin, 30 April 2018.
Pernyataan Setyo menanggapi sebuah video berdurasi 2 menit 26 detik yang menampilkan aksi intimidasi massa di CFD. Dalam tayangan, sekelompok orang yang mengenakan kaus #2019GantiPresiden menekan orang-orang yang mengenakan kaus #DiaSibukKerja.
Selama tak melakukan pelanggaran hukum, kata Setyo, masyarakat dibebaskan untuk berekspresi di kawasan CFD. Namun, fungsi kawasan sebagai arena berolahraga dan berinteraksi mestinya lebih diutamakan.
"Saya berharap (kekerasan) tak diulangi lagi. Kalau terulang, kami akan lakukan tindakan tegas," ucapnya.
Baca: Massa #2019GantiPresiden di CFD Diduga Ditunggangi Aktor Politik
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigadir Jenderal M Iqbal menyayangkan aksi kekerasan di area CFD. Penyelidikan bakal dilakukan agar peristiwa serupa tak terulang.
"Kami akan mendalami apakah ada perbuatan melawan hukum atau tidak. Prinsipnya Polri menyayangkan kejadian itu dan jangan ada lagi. Negara ini negara demokrasi, jangan dicederai," ujar Iqbal.
Jakarta: Mabes Polri mengeklaim telah mengantisipasi dua kelompok yang menggelar aksi di kawasan
car free day (CFD) Jakarta. Kelompok tersebut adalah massa berkaus #2019GantiPresiden dan massa berkaus #DiaSibukKerja
"Kemarin kan sudah dipisahin itu, sudah diarahkan satu kelompok tidak melalui HI (Bundaran Hotel Indoensia)," kata Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto di Mabes Polri, Jakarta, Senin, 30 April 2018.
Pernyataan Setyo menanggapi sebuah video berdurasi 2 menit 26 detik yang menampilkan aksi intimidasi massa di CFD. Dalam tayangan, sekelompok orang yang mengenakan kaus #2019GantiPresiden menekan orang-orang yang mengenakan kaus #DiaSibukKerja.
Selama tak melakukan pelanggaran hukum, kata Setyo, masyarakat dibebaskan untuk berekspresi di kawasan CFD. Namun, fungsi kawasan sebagai arena berolahraga dan berinteraksi mestinya lebih diutamakan.
"Saya berharap (kekerasan) tak diulangi lagi. Kalau terulang, kami akan lakukan tindakan tegas," ucapnya.
Baca: Massa #2019GantiPresiden di CFD Diduga Ditunggangi Aktor Politik
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigadir Jenderal M Iqbal menyayangkan aksi kekerasan di area CFD. Penyelidikan bakal dilakukan agar peristiwa serupa tak terulang.
"Kami akan mendalami apakah ada perbuatan melawan hukum atau tidak. Prinsipnya Polri menyayangkan kejadian itu dan jangan ada lagi. Negara ini negara demokrasi, jangan dicederai," ujar Iqbal.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(OGI)