Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. MI/Immanuel Antonius
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. MI/Immanuel Antonius

Menkes Mendorong 'Srikandi Daerah' Menyukseskan Imunisasi Lengkap Anak

Nasional imunisasi kemenkes Kepala Daerah Vaksinasi Anak
Antara • 22 April 2022 15:16
Jakarta: Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mendorong kepala daerah perempuan aktif mengejar ketertinggalan target imunisasi dasar lengkap anak. Srikandi daerah itu didorong menyelesaikan target imunisasi pada 2022.
 
"Karena imunisasi diarahkan lebih banyak kepada anak dan harusnya sangat dekat ke hati seorang ibu," kata Budi saat menyampaikan keterangan pers secara virtual melalui YouTube Kemenkes, Jumat 22 April 2022.
 
Kemenkes menjadikan Bangka Belitung sebagai tuan rumah penyelenggaraan puncak peringatan Pekan Imunisasi Sedunia 2022. Sebab, cakupan vaksinasi dasar lengkap yang relatif tinggi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kemenkes menargetkan cakupan imunisasi dasar lengkap pada triwulan pertama 2022 mencapai 22,5 persen. Namun, hingga saat ini cakupan yang dicapai baru berkisar 14 persen.
 
Bangka Belitung merupakan satu dari enam daerah di Indonesia dengan cakupan imunisasi dasar lengkap lebih dari 22,5 persen. Ini diharap bisa memotivasi daerah lain dalam pemenuhan target yang ditetapkan.
 
"Kalau pemda mendorong dengan penuh program imunisasi, harusnya angka tersebut bisa dicapai," kata dia.
 
Baca: Cakupan Imunisasi Anak Merosot Akibat Pandemi Covid-19
 
Menurut Budi, sosok srikandi daerah diharapkan bisa membantu menggerakkan seluruh kekuatan yang ada untuk mencapai target imunisasi. Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) akan digelar Mei 2022. Ini merupakan upaya percepatan dari ketertinggalan cakupan peserta imunisasi dasar lengkap pada anak selama pandemi covid-19.
 
Dalam program itu ada dua kegiatan besar, imunisasi tambahan satu dosis untuk cegah Campak dan Rubela. Kemudian, imunisasi Kejar bagi balita yang belum lengkap imunisasinya.
 
Kegiatan itu menyasar sekitar 800 ribu anak di seluruh Indonesia yang berisiko lebih besar tertular penyakit yang dapat dicegah dengan vaksin, seperti difteri, tetanus, campak, rubella, dan polio.
 
Tahap I pelaksanaan BIAN akan dimulai pada Mei 2022 di Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua. Sedangkan tahap kedua akan berlangsung pada Agustus 2022 di Jawa dan Bali.
 
(JMS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif