Kemensos menggelar kegiatan sosialisasi program Penanganan Fakir Miskin (PFM) bertempat di El Royal Hotel, Jalan Merdeka, Kota Bandung, pada Selasa, 9 Juli 2019 (Foto:Dok)
Kemensos menggelar kegiatan sosialisasi program Penanganan Fakir Miskin (PFM) bertempat di El Royal Hotel, Jalan Merdeka, Kota Bandung, pada Selasa, 9 Juli 2019 (Foto:Dok)

Sosialisasi Program PFM, Mensos Ajak Perangi Kemiskinan

Nasional Berita Kemensos
M Studio • 10 Juli 2019 13:22
Bandung: Kegiatan sosialisasi penting dilakukan untuk menjamin lancarnya program bantuan sosial (bansos) Kementerian Sosial (Kemensos).
 
Oleh karena itu, Kemensos menggelar kegiatan sosialisasi program Penanganan Fakir Miskin (PFM) bertempat di El Royal Hotel, Jalan Merdeka, Kota Bandung, pada Selasa, 9 Juli 2019.
 
Kegiatan yang dihadiri oleh 169 peserta dari wilayah Sumatera dan Jawa Barat itu sangat penting, terutama bagi para pejabat atau petugas di setiap daerah untuk menjalankan program bansos dalam upaya menekan angka kemiskinan di Indonesia.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sebab, tanpa adanya penguatan atau sosialisasi, berbagai program bansos tidak akan berjalan dengan baik sehingga tidak tepat sasaran.
 
"Memerangi. Kita pakai kata 'memerangi' karena kita sedang perang melawan kemiskinan yang berkembang di masyarakat. Kegiatan ini amat penting agar bisa dilaksanakan dan disampaikan dengan baik ketika kembali ke daerah masing-masing," ujar Menteri Sosial (Mensos) Agus Gumiwang Kartasasmita.
 
Mensos Agus menginginkan setiap peserta yang hadir untuk aktif dalam sesi diskusi, terutama menyampaikan hambatan yang dihadapi ketika menjalankan program ini. Kegiatan sosialisasi ini berlangsung hingga Rabu, 10 Juli 2019, dengan menghadirkan berbagai narasumber. Salah satunya, anggota Komisi VIII DPR RI Desy Ratnasari.
 
"Di sini harus banyak diskusi, saling berbagi untuk memecahkan masing-masing kendala yang dihadapi. Jangan sampai nanti setelah kembali ke daerah masing-masing, tidak menemukan atau membawa apa yang dibutuhkan," kata Mensos Agus.
 
Ia pun menyayangkan mutasi yang kerap terjadi terhadap petugas di daerah. Sebab, petugas yang dikirim mengikuti kegiatan sosialisasi dipindahkan ke instansi lain sehingga setiap pertemuan mengirimkan orang baru.
 
"Itu yang menjadi masalah. Pulang dari kegiatan, besoknya dimutasi. Kegiatan berikutnya, orangnya beda lagi sehingga program kadang tidak sampai," kata Mensos.
 
Walau begitu, Mensos Agus tetap optimistis kegiatan sosialisasi ini mendapat dukungan dari pemerintah daerah (pemda). Mensos yakin pemda akan mengirimkan orang-orang berkompeten di dinas terkait. Hal itu penting guna kelancaran berbagai program bansos. Misalnya, penyediaan sumber mata pencarian di bidang ekonomi informal, bantuan permodalan dan akses pemasaran hasil usaha, serta pengembangan lingkungan sehat.
 
"Karena itu tanggung jawab Kementerian Sosial, sesuai UU Nomor 13 Tahun 2011 tentang Penanganan Fakir Miskin," ucap Mensos Agus.
 
Sosialisasi Program PFM, Mensos Ajak Perangi Kemiskinan
 
Ditemui pada acara yang sama, Kepala Direktorat Jenderal Penanganan Fakir Miskin (Dirjen PFM) Andi ZA Dulung menjelaskan tujuan pelaksanaan kegiatan sosialisasi PFM, yaitu membangun kesepahaman dan gerak langkah yang sama bagi pihak yang terlibat dalam pelaksanaan program Kelompok Usaha Bersama (KUBE), Rehabilitasi Sosial Rumah Tidak Layak Huni (RS-Rutilahu), dan Sarana Prasarana Lingkungan (Sarling).
 
"Kegiatan ini juga bertujuan mensinkronkan data calon penerima bantuan yang valid berdasarkan Basis Data Terpadu (BDT)," ujar Andi.
 
Andi berharap, melalui kegiatan sosialisasi ini semua kendala bisa diselesaikan agar pelaksanaan program PFM bisa berjalan dengan baik dan tepat sasaran.
 
"Dengan adanya kegiatan ini kita bisa diskusi bersama, berbagi apa yang menjadi kendala, dan mencari jalan keluarnya bersama," kata Andi.
 
Sosialisasi Program PFM, Mensos Ajak Perangi Kemiskinan
 
Salah satu peserta sosialisasi, Neti, mengapresiasi kegiatan tersebut. Neti merupakan perwakilan dari Dinas Sosial Kabupaten Solo Selatan, Sumatera Barat.
 
Neti bilang, daerahnya baru akan mendapatkan bantuan RS-Rutilahu pada tahun ini. Kabupaten Solo Selatan mengusulkan program RS-Rutilahu sebanyak 42 unit rumah.
 
"Tahun kemarin kita tidak dapat, tapi tahun sekarang kita mengusulkan 42 rumah yang diperbaiki karena kondisinya tidak layak untuk menjadi tempat tinggal warga. Mudah-mudahan bisa dikabulkan semuanya," kata Neti.
 
Neti mengapresiasi kegiatan sosialisasi yang diselenggarakan Kemensos ini. Sebab, ia dapat mengetahui detail program RS-Rutilahu.
 
"Saya berharap usai sosialisasi ini tetap mendapat pendampingan, terutama dalam proses pelaporan. Karena pelaporan menjadi salah satu tolok ukur keberhasilan program ini," ujarnya.
 

(ROS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif