Masyarakat Diimbau tak Reaktif Menyikapi Kasus Banser

23 Oktober 2018 10:45 WIB
pembubaran hti
Masyarakat Diimbau tak Reaktif Menyikapi Kasus Banser
lustrasi anggota Banser. Foto: AFP/Olivia Rondonuwu.
Jakarta: Masyarakat diimbau tidak reaktif menyikapi kasus dugaan pembakaran kain panjang bertuliskan kalimat tauhid yang melibatkan Banser NU di Garut. Banser diminta tabayun untuk mengklarifikasi insiden tersebut. 
 
Ketua Umum Pengurus Besar Ormas Islam Al Washliyah, KH Yusnar Yusuf Rangkuti meminta masyarakat menyikapi masalah itu dengan kepala dingin.
 
"Ikuti perkembangan dan analisa dengan ilmu. Jangan dengan emosional. Sebab, situasi saat ini begitu dinamis. Arus komunikasi informasi dan edukasi arus datar berubah bagai tsunami," kata KH Yusnar dalam keterangan tertulisnya, Selasa, 23 Oktober 2018.

Baca: Pemerintah Punya Banyak Bukti Pelanggaran HTI

Menurutnya, pemikiran intelektualitas masyarakat sedang diuji dengan berbagai kejadian. Kiai Yusnar mengimbau Banser NU mengklarifikasi kejadian itu secara objektif dan meneduhkan.
 
"Bagi umat Islam harus mampu mengendalikan diri dan tidak emosional," katanya.
 
Seperti diketahui, sejumlah orang berseragam Banser NU membakar kain berwarna hitam bertuliskan kalimat tauhid mirip bendera Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Aksi pembakaran dilakukan di Garut saat merayakan Hari Santri Nasional, Minggu, 21 Oktober 2018.




(FZN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id