Ditjen PFM Gelar Penguatan SDM Pelaksana Bansos
Sekretaris Direktorat Jenderal Penanganan Fakir Miskin Kementerian Sosial M.O Royani (Foto:Dok)
Jakarta: Sekretaris Direktorat Jenderal Penanganan Fakir Miskin Kementerian Sosial (Kemensos) M.O Royani membuka kegiatan Penguatan Sumber Daya Manusia Pelaksana Bantuan Sosial Pangan. Kegiatan tersebut dihadiri oleh 70 aplikator keuangan dari 34 provinsi.

Kepala Bagian Keuangan Kemensos Sugiharto mengatakan, kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk apresiasi bagi seluruh aplikator keuangan. Sebab, kinerja mereka membuat Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah atau biasa disebut LAKIN Ditjen Penanganan Fakir Miskin mendapatkan nilai A.

"Di atas nilai Kementerian Sosial secara keseluruhan yang mendapatkan nilai B," kata Sugiharto, dalam keterangan tertulis, Jumat, 23 November 2018.


Sementara itu, perwakilan Dinas Sosial Provinsi Bali menyampaikan perlu adanya program pengentasan kemiskinan di Pulau Dewata. Mengingat, angka kemiskinan di Bali sebesar 4 persen dari 4,6 juta jiwa penduduk. 

Pada acara tersebut, Direktorat Jenderal Penanganan Fakir Miskin Kementerian Sosial (Kemensos) juga menekankan pentingnya sosialiasi kepada penerima manfaat, khususnya bantuan pangan non tunai. Hal itu merupakan amanah Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani dalam rapat koordinasi tingkat menteri, beberapa waktu lalu.



Sosialiasi penting dilakukan. Mengingat hasil penelitian lembaga survei independen Microsave, proses transformasi subsidi pangan menjadi bantuan sosial pangan telah efektif meningkatkan tingkat penerimaan beras bagi masyarakat miskin.

Upaya yang dilakukan Direktorat Jenderal Penanganan Fakir Miskin tersebut juga berperan besar dalam sejarah penurunan angka kemiskinan. Saat ini, jumlah kemiskinan di Indonesia tercatat berjumlah 9,82 persen.

Direktorat Jenderal Penanganan Fakir Miskin pun  mengapresiasi sebesar-besarnya kepada seluruh pihak atas kelancaran pelaksanaan kegiatan Penguatan Kapasitas Sumber Daya Manusia Pelaksana Bansos Pangan Tahun 2018.



(ROS)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id