Masker ilus. Foto: MI/Fransisco Carollio
Masker ilus. Foto: MI/Fransisco Carollio

Lima Fakta Melonjaknya Harga Masker

Nasional Virus Korona Rangkuman Nasional
Renatha Swasty • 19 Februari 2020 18:04
Jakarta: Wabah virus korona (Covid-19) menjalar cepat tak cuma di daerah episentrum di Wuhan, Hubei, Tiongkok tapi ke sejumlah negara di dunia. Wabah virus tipe Novel Coronavirus ini membuat ketakutan di seluruh dunia.
 
Masyarakat diajak menjaga kesehatan agar terhindar dari wabah ini. Selain rajin cuci tangan, penggunaan masker sangat disarankan.
 
Masyarakat lantas berbondong-bondong mencari masker. Permintaan yang meningkat membuat masker sulit dicari.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ini tak menyurutkan masyarakat. Mereka rela membayar mahal asal mendapatlan masker.
 
Kementerian Kesehatan mempersilakan penggunaan masker jenis apa pun. Baik masker bedah, masker motor, masker N95, masker N99, masker N100, atau masker P95. Terpenting, pemakaiannya tepat.
 
"Bukan hanya menutup area mulut atau hidung. Akan tetapi, menutup hidung yang mencapai bagian bawah mata, lalu masker ditarik ke bawah hingga menutup bagian dagu," kataDirektur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Anung Sugihantono.
 
Berikut sejumlah fakta melonjaknya harga masker:

1. Bahan Baku Sulit Didapat

Informasi mengenai virus korona yang menyebar begitu cepat membuat masyarakat berlomba-lomba membeli masker. Keinginan yang tinggi ini tak bisa dipenuhi dengan cepat oleh produsen.
 
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil, dan Menengah (PPKUKM) DKI Jakarta, Elizabeth Ratu Rante Allo, menyebut bahan baku sulit didapat. "Karena bahan bakunya habis. Bahan bakunya impor dari Cina," beber Ratu di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu, 19 Februari 2020.
 
Ratu menuturkan suplai dari Cina berkurang. Dia memastikan tak ada penimbunan barang dari distibutor.

2. Distributor Menaikkan Harga

Kelangkaan bahan baku yang membuat pasokan masker sedikit membuat satu distributor mesti bersaing dengan distributor lain mendapatkan masker. Hal ini membuat mereka menaikkan harga.
 
Eko, penjaga toko obat-obatan dan peralatan kesehatan di Pasar Pramuka, Matraman, Jakarta Timur, mengaku satu boks masker N95 dijual berkisar Rp1,5 juta sampai Rp2 juta.
 
"Dulu belinya di bawah Rp200 ribu. Sekarang banyak distributor yang naikin harga jadi Rp500-800 ribu. Mau enggak mau kami juga naikin harga," kata Eko.
 

Lima Fakta Melonjaknya Harga Masker
Ilustrasi masker. Foto: ANT/Indrianto Eko Suwarso

3. Masker untuk Orang Sakit

Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto tak heran harga masker di pasaran melonjak tinggi. Ini lantaran permintaan meningkat tajam.
 
Terawan menyebut mestinya tak semua masyarakat memakai masker. "Untuk yang sakit supaya tidak menulari orang lain," kata Terawan di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Sabtu, 15 Februari 2020.
 
Terawan menyebut harga masker di luar kendali pemerintah. Saat ini, harga masker mengikuti hukum pasar.
 
"Kalau dibutuhkan banyak, harga naik. Kalau orang nyari malah justru makin mahal kan begitu. Tapi kalau enggak ada yang cari, turun sendiri harganya," ujar dia.

4. Hoaks Berpengaruh

Angka kematian akibat virus korona Covid-19 mencapai 2.012 per Rabu, 19 Februari 2020. Sementara 75.200 orang terjangkit virus.
 
Virus yang bermula dari Wuhan, Hubei, Tiongkok itu kini telah tersebar di lebih dari 20 negara di dunia. Sejumlah negara telah melaporkan kasus kematian akibat virus korona, seperti
di Hong Kong, Taiwan, Jepang, Filipina, dan Prancis.
 
"Masker kosong di pasaran, harga naik dan kita sendiri yang buat heboh. Nah itu karena 'virus hoaks-nya' lebih banyak. Saya mau tanya deh, kalau jalan-jalan di sini memang ada Novel Coronavirus di Indonesia?" kata Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Wiendra Waworuntu di Gedung Graha Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP), Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa, 4 Februari 2020.
 
Wiendra meminta masyarakat bijak menggunakan masker. Masyarakat sebaiknya menggunakan masker bila mulai terjangkit penyakit.

5. Operasi Pasar

Harga masker yang tak lagi masuk akal, membuat Pemprov DKI bekerja cepat. Pemerintah daerah bakal menggelar operasi pasar menggandeng Polda Metro Jaya.
 
Ratu Rante Allo mengatakan salah satu pasar yang akan dipantau Pasar Pramuka, Jakarta Timur. Dia tak mengungkap waktu pasti operasi pasar, namun ini bakal dilakukan secepatnya.
 
"Kita akan berkoordinasi dengan dinas kesehatan dan Polda untuk melakukan rapat bersama dan membuat tim terpadu menyelesaikan permasalahan masker ini," kata Ratu.

 

(REN)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif