Ilustrasi cuci tangan. Pexel.com
Ilustrasi cuci tangan. Pexel.com

Kasus Korona Masih Tinggi Karena Masyarakat Tak Rajin Cuci Tangan

Fachri Audhia Hafiez • 29 Maret 2020 17:36
Jakarta: Pemerintah tak henti-hentinya menyampaikan upaya pencegahan penyebaran virus korona (covid-19). Salah satunya, mengampanyekan mencuci tangan dengan benar.
 
"Angka kasus positif (di Indonesia) ini sekali lagi masih menggambarkan bahwa di luar di lingkungan masyarakat belum melaksanakan isolasi. Masih ada yang belum rajin mencuci tangan dengan menggunakan sabun," kata juru bicara pemerintah untuk penanganan covid-19 Achmad Yurianto di Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jalan Pramuka, Matraman, Jakarta Timur, Minggu, 29 Maret 2020.
 
Yuri mengatakan infeksi penularan virus covid-19 cukup banyak terjadi melalui tangan. Adab mencuci tangan menyeluruh merupakan salah satu upaya penting dan mudah menekan penyebaran virus yang pertama kali muncul di Wuhan, Tiongkok itu.

"Cuci tangan menggunakan sabun dan air yang mengalir minimal 20 detik sesering mungkin," papar Yuri.
 
(Baca: Berapa Lama Cuci Tangan agar Kuman Mati?)
 
Yuri menuturkan hal lain yang mesti dilaksanakan yakni menutup mulut atau menggunakan masker saat bersin dan batuk. Serta, tak berada di kerumunan dan menjaga jarak minimal 1,5 meter.
 
Ia juga berpesan masyarakat tetap melindungi orang di sekitar dari ancaman covid-19. Termasuk mencegah diskriminasi bagi mereka yang mengisolasi diri secara mandiri karena dinyatakan positif virus korona.
 
"Kita harus menyelamatkan diri kita dan juga menyelamatkan keluarga kita yang menunggu di rumah," ucap Yuri.
 
Secara nasional, pasien positif virus covid-19 mencapai 1.285 pasien hingga Minggu, 29 Maret 2020. Sebanyak 64 orang dinyatakan sembuh, sedangkan 114 orang dinyatakan meninggal.
 
(Baca: Pemerintah: Jangan Diskriminasi Pasien Covid-19)
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(REN)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>