Ilustrasi. Medcom.id
Ilustrasi. Medcom.id

Kronologi Penangkapan 4 Pelaku Perampokan Toko Emas di Tangerang, Ditangkap di 3 Tempat Berbeda

Muhammad Syahrul Ramadhan • 01 Oktober 2022 12:44
Jakarta: Polisi berhasil menangkap empat pelaku perampokan toko emas di mal ITC Serpong, Tangerang Selatan. Para pelaku ditangkap di tiga tempat berbeda.
 
Kapolres Tangsel, AKBP Sarly Sollu, menyebut keempat pelaku yang ditangkap, yakni S, TH, MK, dan H. Keempat pelaku ditangkap kemarin di tiga lokasi berbeda, yakni Bogor, Tangerang, dan Jawa Tengah.

Kronologi penangkapan 4 pelaku perampokan

Penangkapan empat pelaku pencuri toko emas itu, bermula dari teridentifikasinya pelaku S melalui sidik jari yang ditemukan di beberapa alat bukti. S ditangkap di Leuwi Sadeng, Bogor, Jawa Barat.
 
S yang berepan penunggu sepeda motor di parkiran yang digunakan oleh eksekutor perampokan. Dari penangkapan S polisi mendapatkan informasi tentang eksekutor yang berinisial TH.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“TH ditangkap pukul 14.00 di Desa Karangsari, Kelurahan Sugihmanik, Kecamatan Tanggungharjo, Kabupaten Grobogan," kata Sarly.
 
Di hari yang sama MK, yang merupakan pecatan TNI juga berhasil ditangkap. Pelaku yang berperan sebagai penyuplai senjata api ini diamankan di Desa Mojomulyo, Kelurahan Ngambakrejo, Kecamatan Tanggungharjo, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah.
 
Terakhir, pelaku yang berperan menyembunyikan senjata yakni, H diciduk di Kecamatan Benda, Kota Tangerang.
 
 
Baca juga: Polisi Selidiki Keterkaitan Perampok Bersenpi di Tangsel dengan Jaringan Teroris
 

3 kali merampok toko emas

Para pelaku ini diketahui bukan hanya sekali merampok toko emas menggunakan senjata api. Komplotan ini ternyata sudah tiga kali melakukan perampokan di toko emas.
 
"Berdasarkan pendalaman, pelaku telah melakukan aksinya di tiga lokasi. Toko Mas Jaya Baru Pasar Kemis pada 10 April 2022, Toko Mas Paris Cikupa pada 1 Mei 2022, dan Toko Mas Sinar Mas ITC BSD Serpong pada 16 September 2022," jelasnya.
 
Dengan tertangkapnya empat orang pelaku, polisi mengamankan sejumlah barang bukti dari keempatnya, di antaranya flashdisk berisi bukti rekaman CCTV di lokasi ITC. Lalu, handphone Blackberry, plat nopol palsu B3164 BNC, skotlet hitam motor, dua helm hitam, uang tunai Rp8 juta, satu senjata api Combat kaliber 9 mm beserta 5 butir peluru 9 mm.
 
Kemudian, satu pucuk senjata api FN kaliber 9 mm, satu selongsong peluru, satu unit motor Honda Mega Pro B3763 NXH, ATM, dan buku tabungan dengan nilai Rp250 ribu. Para pelaku disangkakan Pasal 365 ayat 2 Pidana Pencurian dengan Kekerasan dan atau Undang-Undang Darurat RINomor 12 Tahun 1951 atas Kepemilikan Senjata Api Ilegal.
 
"Ancaman pidana penjara paling lama 20 tahun penjara," jelas Salry.
 
(RUL)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif