Ilustrasi Medcom.id
Ilustrasi Medcom.id

Polisi Selidiki Keterkaitan Perampok Bersenpi di Tangsel dengan Jaringan Teroris

Farhan Dwitama • 01 Oktober 2022 11:14
Tangerang: Senjata api kombat dan FN, serta lima butir peluru kaliber 9 milimeter yang dijadikan barang bukti dalam kasus pidana perampokan toko emas oleh S, TH, MK dan H, di ITC Serpong, Tangerang Selatan, diketahui merupakan jenis senjata api pabrikan.
 
Polisi juga masih menelusuri kepemilikan senjata api tersebut dan mendalami dugaan keterkaitan pelaku dengan jaringan terorisme. Diketahui, bahwa MK, pelaku yang menyuplai senjata api kepada komplotan tersebut, merupakan pecatan TNI. 
 
"Senjata api ini pabrikan, untuk ditelusuri apakah ada kaitan kerjasama dengan teroris. MK, sudah dipecat dari kesatuan," kata Kapolres Tangsel, AKBP Sarly Sollu, di Mapolres Tangsel, Sabtu 1 Oktober 2022. 
 
Baca: Perampok Toko Emas Bersenjata Api di Tangsel Terungkap Lewat Sidik Jari

Sarly mengungkapkan bahwa pihaknya bersama tim Densus 88 sedang mendalami keterlibatan aksi perampokan yang dilakukan pelaku sebanyak tiga kali di sepanjang 2022 ini yang terjadi di wilayah Pasar Kemis, Cikupa dan Serpong.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Saat ini kami dengan tim Densus 88 mendalami motif dari pada tindak pidana pencurian di toko emas, kita ketahui pendanaan aksi teror ini dari perampokan emas dan bank," jelas Sarly. 

 
(WHS)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif