Sistem Zonasi Kikis Diskriminasi Dalam Pendidikan
Pelajar SDN Kedungmiri pulang sekolah menggunakan ban untuk menyeberangi Sungai. Foto: Antara/Hendra Nurdyansyah.
Jakarta: Kebijakan zonasi dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) merupakan bagian dari upaya pemerintah merestorasi sistem pendidikan nasional, khususnya sistem persekolahan.  Sistem zonasi juga diharapkan dapat mempersempit kesenjangan kualitas antar sekolah.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy menjelaskan penerapan sistem zonasi bertujuan untuk menyamaratakan kualitas pendidikan antar sekolah negeri. Meski begitu, kebijakan zonasi juga tak serta-merta mengabaikan prestasi akademik siswa.

"Perubahan dari sistem rayonisasi menjadi sistem zonasi perbedaan yang paling prinsip adalah mengedepankan  pemerataan kualitas pendidikan," kata Muhadjir di kantor Kemendikbud, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Selasa, 26 Juni 2018.


Menurut Muhadjir, kebijakan zonasi ini merupakan rangkaian kebijakan yang terintegrasi dan sistemik. Hal ini upaya  merestorasi sistem pendidikan khususnya sistem persekolahan.

"Yang radikal menurut saya adalah dalam rangka menata untuk pendidikan ke depan. Tujuan dari sistem zonasi ini paling tidak merestorasi sistem pendidikan, khususnya urusan persekolahan," ucap Muhadjir.

Baca: Pemkab dan Pemprov Diminta Bersinergi Tentukan Zonasi

Sistem zonasi menjamin pemerataan akses layanan pendidikan bagi siswa. Sehingga, mendekatkan lingkungan sekolah dengan lingkungan keluarga.

Sistem zonasi pun menghilangkan diskriminasi di sekolah. Khususnya di sekolah negeri. Tidak ada lagi istilah sekolah favorit maupun tidak.

Selain itu Pemerintah pun bisa memetakan kebutuhan guru, sehingga tidak terjadi penumpukan SDM guru di satu sekolah tertentu, sementara sekolah lainnya kekurangan.

"Membantu menganalisis kebutuhan distribusi guru dan siswa pendidik dan pengajaran," ujarnya.

Jika dilihat dari perbedaan rayonisasi dan zonasi adalah rayonisasi lebih memperhatikan pada capaian prestasi siswa dibidang akademik. Sementara zonasi ini lebih menekankan kepada jarak radius antara siswa dengan sekolah, namun juga menggunakan capaian akademik sebagai salah satu bahan pertimbangan.



(CEU)