Ilustrasi ASN. Medcom.id
Ilustrasi ASN. Medcom.id

Berkurang, Jumlah CPNS yang Mengundurkan Diri Jadi 100 Orang

Indriyani Astuti • 28 Mei 2022 12:20
Jakarta: Badan Kepegawaian Negara (BKN) mengonfirmasi jumlah calon pegawai negeri sipil (CPNS) yang mengundurkan diri. Jumlah CPNS yang mengundurkan diri menurun dari 105 menjadi 100 orang.
 
"Sebenarnya hanya sekitar 0,1 persen dari yang lulus, tercatat mengundurkan diri per Jumat (27 Mei 2022) kemarin," tutur Kepala Biro Humas, Hukum, dan Kerja Sama BKN, Satya Pratama, ketika dihubungi, Sabtu, 28 Mei 2022.
 
Satya menjelaskan dari 105 posisi yang kosong, instansi biasanya berusaha menggantikan peserta yang mundur sebelum ditetapkan Nomor Induk Pegawai (NIP). Sehingga, jumlah CPNS yang mundur berkurang.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Posisi CPNS yang ditinggalkan, terang dia, masih bisa digantikan apabila CPNS yang mundur belum mendapat penetapan NIP. Posisi itu akan diisi oleh peserta seleksi CPNS yang berada pada urutan selanjutnya yang mendapat nilai tertinggi.
 
"Jadi memang bisa digantikan oleh peserta ranking di bawahnya. Namun dengan catatan belum diajukan NIP-nya. Oleh karena itu, angka yang mengundurkan diri turun minggu ini," papar Satya.
 
Baca: Menpan RB: BKN Siapkan Sanksi Bagi CPNS yang Mundur
 
Ketentuan itu, ujar dia, diatur dalam Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 27 Tahun 2021 Pasal 53, Peraturan Kepala BKN Nomor 14 Tahun 2018 untuk CPNS, dan Peraturan BKN Nomor 1 Tahun 2019 jo Peraturan BKN Nomor 18 Tahun 2010 untuk Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
 
Satya memastikan CPNS yang mengundurkan diri akan dijatuhi sanksi. Saksi tersebut diatur dalam Pasal 54 ayat 2 Peraturan Menteri PANRB Nomor 27 Tahun 2021. Aturan itu menegaskan pelamar yang telah dinyatakan lulus tahap akhir seleksi dan telah mendapat persetujuan NIP kemudian mengundurkan diri, maka akan dikenai sanksi.
 
"Sanksi yang diberikan yakni tidak boleh melamar pada penerimaan ASN untuk satu periode berikutnya," ucap dia.
 
Selain itu, ada sanksi lain yang diterapkan masing-masing instansi, seperti diatur dalam Pengumuman Kementerian Luar Negeri Pengumuman/00008/KP/11/2019/24/03 tentang Seleksi Penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil Kementerian Luar Negeri Tahun Anggaran 2019, poin X nomor 10, pelamar Kementerian Luar Negeri yang mengundurkan diri harus membayar sanski sebesar Rp50 juta.
 
Kemudian, Pengumuman Nomor 01/PANSEL-CPNS/11/2019 tentang seleksi CPNS Kementerian PPN/Bappenas Tahun Anggaran 2019, poin VII nomor 4. Bagi pelamar Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional Republik Indonesia yang mengundurkan diri harus membayar sanski sebesar Rp35 juta.
 
Pengumuman Nomor: Peng-11/XI/2019 tentang Seleksi Penerimaan CPNS Badan Intelijen Negara Tahun Anggaran 2019, dijelaskan denda sebagai penerimaan bukan pajak, akan diberlakukan bagi pelamar yang dinyatakan lulus kemudian mengundurkan diri harus membayar Rp25 juta, telah diangkat sebagai CPNS kemudian mengundurkan diri membayar Rp50 juta, serta telah diangkat menjadi CPNS dan telah mengikuti Diklat Intelijen tingkat dasar dan diklat lainya kemudian mengundurkan diri membayar Rp100 juta.
 
(AZF)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif