Gaskeun Camp Bandung, dorong peran generasi muda dalam menangkal hoaks. ist
Gaskeun Camp Bandung, dorong peran generasi muda dalam menangkal hoaks. ist

Gaskeun Camp Bandung Bahas Ancaman Hoaks yang Memecah Belah

Adri Prima • 26 April 2026 14:38
Ringkasnya gini..
  • Ratusan anak muda, dari mahasiswa, content creator, pegiat komunitas, hingga pengelola media, berpartisipasi di acara Gaskeun Camp di Bandung.
  • Acara ini mengajak generasi Z meninggalkan sikap scroll pasif dan menjadi digital patriot sejati.
  • Ancaman digital utama yang harus dilawan yakni hoaks, disinformasi, serta apatisme, sikap cuek dan hanya jadi konsumen informasi tanpa verifikasi.
Bandung: Ratusan anak muda, mulai dari mahasiswa, content creator, pegiat komunitas, hingga pengelola media se-Kota Bandung, kompak berseru berpartisipasi dalam acara Gaskeun Camp: Kolab Jadi Jawara yang digelar Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), Kamis, 23 April 2026.
 
Dengan tema “#GaskeunJagaInfo: Kolaborasi Ala Muda, Bela Negara Ala Bandung”, acara itu mengajak generasi Z meninggalkan sikap scroll pasif dan menjadi digital patriot sejati.
 
Direktur Informasi Publik, Direktorat Jenderal Komunikasi Publik dan Media (KPM) Kemkomdigi, Nursodik Gunarjo, menegaskan bahwa medan perang bela negara kini telah bergeser ke gawai. 

Ia menyebut tiga ancaman digital utama yang harus dilawan bersama yakni hoaks dan disinformasi, malinformasi, serta apatisme digital alias sikap cuek dan hanya menjadi konsumen informasi tanpa verifikasi.
 
“Ancaman tidak selalu datang dalam bentuk bom atau peluru, tapi bisa berupa tautan, meme, atau komentar yang dirancang untuk memecah belah kita. Ingat, jempol kalian adalah senjata, dan unggahan kalian adalah benteng terakhir bangsa di era digital,” tegas Nursodik. Nursodik menjelaskan bahwa Bandung dipilih bukan tanpa alasan. Dengan lebih dari 300.000 mahasiswa dan ribuan creator digital, kota ini adalah laboratorium hidup perilaku Gen Z nasional. 
 
"Apa yang viral di Bandung, sebulan kemudian viral di seluruh Indonesia. Jika kita berhasil menggerakkan anak-anak muda Bandung hari ini menjadi patriot digital, efeknya akan berganda melalui konten-konten yang mereka buat dan kolaborasikan," tambah Nursodik.
 

Bela negara versi Milenial dan Gen Z


Kepala Biro Hukum dan Komunikasi Publik Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Brigjen TNI Berty B.W. Sumakud, menekankan bahwa ancaman siber saat ini tidak hanya peretasan atau malware, tetapi juga manipulasi informasi asing (FIMI) yang memecah belah persatuan.
 
“Lanskap informasi berubah drastis karena algoritma dan AI. Informasi palsu menyebar lebih cepat daripada fakta. Karena itu, generasi muda harus menjadi filter aktif, bukan sekadar penonton,” ujar Berty.
 
Sementara itu, perwakilan Pandawara Group, Mochamad Agung Permana, membawa semangat berbeda: kolaborasi. Ia mengingatkan bahwa Indonesia masih menghasilkan 22 juta ton sampah tak terkelola per tahun.
 
“Pandawara tidak hadir untuk membersihkan Indonesia sendirian. Kami ingin menyadarkan masyarakat agar bersama-sama mengubah perilaku. Sampah dan hoaks sama-sama mengotori negeri, sama-sama butuh aksi kolektif,” kata Agung.
 
Kegiatan ini juga dihadiri oleh para mahasiswa yang berasal dari enam perguruan tinggi antara lain Universitas Pasundan (Unpas), Universitas Padjadjaran (Unpad), Universitas Islam Bandung (Unisba), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), UIN Sunan Gunung Jati, dan Universitas Komputer Indonesia (Unikom). 
 
Mereka bergabung dengan komunitas seperti Bandung Creative City Forum (BCCF), MAFINDO, serta puluhan content creator lokal.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(PRI)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>