Jakarta: Hari Raya Idulfitri 2026 jatuh pada Sabtu, 21 Maret. Selain salat Id dan silaturahmi, ada sejumlah amalan sunah yang dianjurkan untuk dilakukan sebelum merayakan hari kemenangan, salah satunya adalah mandi Idulfitri.
Mandi sebelum salat Idulfitri merupakan bagian dari sunah yang memiliki nilai ibadah. Amalan ini dilakukan sebagai bentuk persiapan diri untuk menyambut hari raya dengan kondisi bersih dan suci, baik secara fisik maupun spiritual.
Melansir NU Online, mandi pada hari Idulfitri hukumnya sunah bagi setiap Muslim, baik laki-laki maupun perempuan. Anjuran ini berlaku bagi mereka yang akan melaksanakan salat Id maupun yang tidak, termasuk perempuan yang sedang haid.
Para ulama menjelaskan bahwa mandi Idulfitri dianjurkan dilakukan sejak tengah malam hingga sebelum berangkat ke tempat salat Id. Tujuannya agar umat Islam tampil dalam kondisi bersih dan segar saat merayakan hari raya.
Dalam tulisan berjudul ''Kesunahan di Hari Raya dan Dalilnya, Mulai Takbiran sampai Mandi Keramas", diungkap dalil yang memperkuat amalan sunah mandi pada Hari Raya Idul Fitri ini:
ﺭﻭﻯ ﻣﺎﻟﻚ ﺃﻥ ﻋﺒﺪ اﻟﻠﻪ ﺑﻦ ﻋﻤﺮ ﺭﺿﻲ اﻟﻠﻪ ﻋﻨﻬﻤﺎ ﻛﺎﻥ ﻳﻐﺘﺴﻞ ﻳﻮﻡ اﻟﻔﻄﺮ، ﻗﺒﻞ ﺃﻥ ﻳﻐﺪﻭ ﺇﻟﻰ اﻟﻤﺼﻠﻰ
"Imam Malik meriwayatkan bahwa Ibnu Umar mandi keramas saat Idul Fitri sebelum berangkat ke tempat Salat." (kitab al-Muwatha')
Syekh al-Baijuri dalam kitab Hasyiyatu Asy-Syaikh Ibrahim al-Baijuri ala Syarh al-Allamah Ibn al-Qasim al-Ghazi ‘ala Matn asy-Syaikh Abi Syuja’ juga menjelaskan:
ويدخل وقت هذا الغسل بنصف الليل
"Waktu masuknya mandi sunnah (Idul Fitri/Idul Adha) adalah pada tengah malam."
Niat Mandi Idulfitri
Mandi sunah Idulfitri tidak bisa dilakukan dengan sembarang, melainkan ada niat yang perlu dibaca sebelum melakukannya. Adapun niat mandi Idulfitri beserta artinya adalah sebagai berikut:
نَوَيْتُ غُسْلَ عِيْدِ الْفِطْرِ سُنَّةً لِلهِ تَعَالَى
Nawaitul ghusla li ‘îdil fitri sunnatan lillâhi ta‘âlâ
“Aku niat mandi Idul Fitri, sunnah karena Allah ta'ala."
Semoga bermanfaat dan selamat Hari Raya Idulfitri, Sobat Medcom!
Jakarta:
Hari Raya Idulfitri 2026 jatuh pada Sabtu, 21 Maret. Selain salat Id dan silaturahmi, ada sejumlah amalan sunah yang dianjurkan untuk dilakukan sebelum merayakan hari kemenangan, salah satunya adalah mandi Idulfitri.
Mandi sebelum salat Idulfitri merupakan bagian dari sunah yang memiliki nilai ibadah. Amalan ini dilakukan sebagai bentuk persiapan diri untuk menyambut hari raya dengan kondisi bersih dan suci, baik secara fisik maupun spiritual.
Melansir NU Online, mandi pada hari Idulfitri hukumnya sunah bagi setiap Muslim, baik laki-laki maupun perempuan. Anjuran ini berlaku bagi mereka yang akan melaksanakan salat Id maupun yang tidak, termasuk perempuan yang sedang haid.
Para ulama menjelaskan bahwa mandi Idulfitri dianjurkan dilakukan sejak tengah malam hingga sebelum berangkat ke tempat salat Id. Tujuannya agar umat Islam tampil dalam kondisi bersih dan segar saat merayakan hari raya.
Dalam tulisan berjudul ''Kesunahan di Hari Raya dan Dalilnya, Mulai Takbiran sampai Mandi Keramas", diungkap dalil yang memperkuat amalan sunah mandi pada Hari Raya Idul Fitri ini:
ﺭﻭﻯ ﻣﺎﻟﻚ ﺃﻥ ﻋﺒﺪ اﻟﻠﻪ ﺑﻦ ﻋﻤﺮ ﺭﺿﻲ اﻟﻠﻪ ﻋﻨﻬﻤﺎ ﻛﺎﻥ ﻳﻐﺘﺴﻞ ﻳﻮﻡ اﻟﻔﻄﺮ، ﻗﺒﻞ ﺃﻥ ﻳﻐﺪﻭ ﺇﻟﻰ اﻟﻤﺼﻠﻰ
"
Imam Malik meriwayatkan bahwa Ibnu Umar mandi keramas saat Idul Fitri sebelum berangkat ke tempat Salat." (kitab al-Muwatha')
Syekh al-Baijuri dalam kitab Hasyiyatu Asy-Syaikh Ibrahim al-Baijuri ala Syarh al-Allamah Ibn al-Qasim al-Ghazi ‘ala Matn asy-Syaikh Abi Syuja’ juga menjelaskan:
ويدخل وقت هذا الغسل بنصف الليل
"Waktu masuknya mandi sunnah (Idul Fitri/Idul Adha) adalah pada tengah malam."
Niat Mandi Idulfitri
Mandi sunah Idulfitri tidak bisa dilakukan dengan sembarang, melainkan ada niat yang perlu dibaca sebelum melakukannya. Adapun niat mandi Idulfitri beserta artinya adalah sebagai berikut:
نَوَيْتُ غُسْلَ عِيْدِ الْفِطْرِ سُنَّةً لِلهِ تَعَالَى
Nawaitul ghusla li ‘îdil fitri sunnatan lillâhi ta‘âlâ
“Aku niat mandi Idul Fitri, sunnah karena Allah ta'ala."
Semoga bermanfaat dan selamat Hari Raya Idulfitri, Sobat Medcom!
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(PRI)