Ilustrasi. Medcom.id
Ilustrasi. Medcom.id

Antisipasi Varian Delta AY 4.2, Pemerintah Perketat Penjagaan di Perbatasan

Nasional Virus Korona pandemi covid-19 Varian Delta Varian Delta Plus varian AY.4.2 Varian Covid-19 AY.4.2 Perbatasan Indonesia
Achmad Zulfikar Fazli • 09 November 2021 01:32
Jakarta: Pemerintah akan memperketat penjagaan di wilayah perbatasan. Hal ini dilakukan untuk mencegah masuknya varian baru, Delta AY 4.2.
 
"Kita tingkatkan penjagaan baik di darat, laut, dan udara," ujar Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin usai mengikuti rapat terbatas, Senin, 8 November 2021.
 
Varian baru covid-19 itu sudah mewabah di beberapa negara. Bahkan, varian baru itu sudah terdeteksi di Malaysia.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kita akan jaga perbatasan-perbatasan apa lagi ini sudah banyak orang Indonesia kembali dan menuju Malaysia," ucap dia.
 
Budi mengimbau masyarakat agar tetap mematuhi protokol kesehatan. Dia meminta masyarakat tetap waspada dan hati-hati meskipun pelaksanaan vaksinasi makin cepat.

Varian Delta AY 4.2 Mewabah di 42 Negara

Berdasarkan laporan epidemiologi mingguan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), varian Delta Plus atau AY 4.2 terdeteksi di 42 negara. Negara yang terjangkit varian tersebut seperti Inggris, India, Israel, Amerika Serikat, dan Rusia.
 
"Saat ini, strain (Delta Plus) telah ditemukan di beberapa negara lain, tetapi tidak menjadi dominan," ucap ahli biologi molekuler dan sel dari Universitas Oxford, Roselyn Lemus Martin.
 
WHO melaporkan 93 persen dari kasus AY.4.2 terdeteksi di Inggris. Subvarian itu secara bertahap berkontribusi pada proporsi kasus yang lebih besar di sana.
 
Baca: Varian Delta Plus AY.4.2 Mengancam, Hati-hati WNA dari Negara Ini
 
The UK's Health Security Agency (UKHSA) melabeli AY.4.2 sebagai variant under investigation atau varian covid-19 yang sedang diselidiki. Meski sudah menyebar luas di Inggris, UKHSA belum melabelnya sebagai variant of concern atau varian yang menjadi perhatian.

Penyebaran AY 4.2 Mirip Lambada

Martin mengatakan varian AY 4.2 mungkin mirip seperti varian Lambda, jenis covid-19 yang pertama kali ditemukan di Peru, Amerika Selatan. Awalnya, masyarakat merasa khawatir dengan kehadiran varian baru itu.
 
"Tetapi akhirnya kehadirannya berkurang di tempat-tempat seperti AS atau Inggris," ujar dia.

Indonesia Teliti Karakteristik AY 4.2

Juru bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan karakteristik varian covid-19 AY.4.2 masih diteliti. Masyarakat diimbau tetap tenang dan disiplin menerapkan protokol kesehatan.
 
“Studi terkait hal tersebut (varian AY.4.2) masih berlangsung,” kata Wiku dalam keterangan tertulis, Sabtu, 30 Oktober 2021.
 
Menurut dia, pemerintah belum bisa menyimpulkan berbagai hal terkait AY.4.2. Misalnya, apakah varian AY.4.2 memengaruhi laju penularan, keparahan gejala, hingga efektivitas vaksin.
 
“Saat ini belum bisa diambil kesimpulan terkait karakteristik khusus yang dimiliki varian tersebut,” tegas dia.
 
(AZF)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif