BSSN mengadakan kegiatan Silaturahmi Ramadan bersama jajaran pemimpin redaksi media massa, Selasa, 10 Maret 2025. (foto: medcom.id)
BSSN mengadakan kegiatan Silaturahmi Ramadan bersama jajaran pemimpin redaksi media massa, Selasa, 10 Maret 2025. (foto: medcom.id)

Strategi BSSN Hadapi Ancaman Siber yang Kian Dinamis, Media Jadi Benteng Pertama

Adri Prima • 11 Maret 2026 05:00
Ringkasnya gini..
  • BSSN menegaskan komitmennya memperkuat keamanan siber nasional melalui kolaborasi Quad Helix melibatkan pemerintah, industri, akademisi, dan media.
  • BSSN bersama pakar menyoroti pentingnya literasi digital, unsur people dalam keamanan siber, serta peran komunikasi publik saat terjadi krisis siber.
  • BSSN memperkenalkan agenda Cyber Resilience & Defense 2026 sebagai forum nasional untuk memperkuat koordinasi lintas sektor menghadapi ancaman siber.
Jakarta: Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) mengadakan kegiatan Silaturahmi Ramadan bersama jajaran pemimpin redaksi media massa, Selasa, 10 Maret 2025, di Parle, Senayan, Jakarta. Agenda ini juga dikemas dengan sesi diskusi dan dialog Keamanan Siber bertema Cybertalk. 
 
Diskusi ini dimoderatori langsung oleh Sandiman Utama pada Deputi Bidang Strategi dan Kebijakan Keamanan Siber dan Sandi Negara, Dwi Kardono dan menghadirkan dua narasumber dengan perspektif komplementer dalam penguatan ketahanan siber nasional.
 
Dalam era transformasi digital yang bergerak cepat, keamanan siber telah berkembang jauh melampaui persoalan teknis semata. BSSN menegaskan bahwa isu ini kini menyentuh aspek yang lebih luas, mulai dari stabilitas pemerintahan, pertumbuhan ekonomi digital, pelindungan data pribadi, hingga kepercayaan publik terhadap layanan digital negara.

Sebagai bentuk respons, BSSN menegaskan komitmennya untuk memperkuat ekosistem keamanan siber nasional melalui pendekatan kolaboratif berbasis Quad Helix, lewat sinergi antara pemerintah, industri, akademisi, komunitas, hingga media massa sebagai mitra strategis.
 
Kepala Biro Hukum dan Komunikasi Publik Berty B.W. Sumakud mengungkapkan sinergi dengan media nasional merupakan implementasi dalam memperkuat quad-helix serta fondasi ekosistem digital nasional. 
 
"Keamanan siber adalah fondasi kepercayaan ekosistem digital nasional. Tanpa ketahanan siber yang kuat, transformasi digital tidak akan berjalan optimal," kata Berty.
 
 
Sementara itu, Pakar Keamanan Siber, I Made Wiryana menyinggung mengenai People, Process, Technology yang menjadi unsur penting dalam membangun keamanan siber Nasional. Menurutnya, saat ini unsur people menjadi sorotan. 
 
“Ini dikarenakan kebijakan serta inisiatif yang muncul kurang memperhatikan unsur people. Maka dari itu literasi serta edukasi keamanan siber menjadi kunci penting pembangunan keamanan siber nasional,” ujar I Made Wiryana. 
 
Lebih lanjut, Pakar Komunikasi Ermiel Thabrani menegaskan peran penting media dalam membantu penyampaian komunikasi krisis serta bagaimana mempertahankan trust ditengah krisis siber yang sering terjadi.
 
“Dalam situasi krisis atau insiden siber nasional, cara institusi merespons dan membangun narasi publik akan menentukan persepsi masyarakat serta kredibilitas BSSN sebagai otoritas siber di tingkat nasional maupun internasional,” terangnya.
 
Bentuk kolaborasi sinergis antara pemerintah, industri, akademisi, dan komunitas merupakan kerangka strategis yang tidak dapat ditawar dalam membangun ekosistem siber nasional. Dalam kerangka ini, media massa menempati posisi strategis sebagai jembatan informasi, pembentuk persepsi publik, dan akselerator literasi digital masyarakat.
 
Hal senada disampaikan Pemimpin Redaksi Medcom.id, Achmad Firdaus. Ia berujar kalau media massa memiliki peran vital dalam memperkuat ketahanan siber nasional.*
 
“Dalam konteks keamanan siber, media punya peran penting untuk meningkatkan literasi digital masyarakat, membangun pemahaman publik yang objektif serta menyampaikan informasi yang akurat dan edukatif terkait dinamika ancaman siber yang terus berubah-ubah,” terang Achmad Firdaus.
 

Cyber Resilience & Defense 2026 untuk memperkuat ekosistem

 
Untuk memperkuat ekosistem ini, BSSN memperkenalkan agenda strategis Cyber Resilience & Defense 2026, sebuah forum nasional yang dirancang untuk mempertemukan para pemangku kepentingan dari lima unsur utama yakni pemerintah, industri, akademisi, komunitas, dan media dalam satu platform kolaboratif. 
 
Forum ini bertujuan untuk mendorong dialog strategis, berbagi praktik terbaik, serta memperkuat koordinasi lintas sektor dalam menghadapi dinamika ancaman siber yang semakin kompleks.
 
Ancaman siber saat ini meliputi serangan terhadap infrastruktur informasi vital, penyebaran malware, hingga disinformasi di ruang digital. 
 
Sinergi BSSN dengan media massa diharapkan menjadi benteng pertama dalam membangun kesadaran kolektif masyarakat menghadapi berbagai ancaman tersebut.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(PRI)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>