Jakarta: Istilah generasi terus berkembang. Kini muncul sebutan baru yang mulai ramai diperbincangkan, yaitu Zillennials.
Generasi ini dianggap sebagai “jembatan” antara milenial dan Gen Z, dengan karakteristik yang unik dan berbeda dari keduanya.
“Zillennials merujuk pada kelompok kecil yang lahir antara awal tahun 1990-an dan awal tahun 2000-an,” kata Deborah Carr, profesor sosiologi dan direktur Pusat Inovasi dalam Ilmu Sosial di Universitas Boston dikutip dari Gulfcoastnewsnow.com pada Kamis, 23 April 2026.
“Mereka berada di perbatasan antara Gen Z dan milenial, sehingga muncul label gabungan zillennial," imbuhnya.
Siapa itu Zillennials?
Secara umum, Zillennials adalah mereka yang lahir di kisaran 1992 hingga awal 2000-an. Namun, batasan ini tidak sepenuhnya baku dan masih menjadi perdebatan para ahli.
Kelompok ini sering merasa tidak sepenuhnya cocok dengan dua generasi besar tersebut. Mereka punya pengalaman hidup yang berada di tengah. Tidak menjadi milenial dan Gen Z sepenuhnya.
Tumbuh di era transisi teknologi
Salah satu pembeda utama Zillennials adalah pengalaman mereka dengan teknologi. Mereka tumbuh bersama perkembangan digital, tapi tidak sejak lahir seperti Gen Z.
Pengalaman ini membuat Zillennials lebih fleksibel dalam beradaptasi, karena memahami dua dunia sekaligus era sebelum dan sesudah ledakan media sosial.
Mengalami peristiwa besar sejak dini
Generasi ini juga dibentuk oleh berbagai peristiwa nasional dan global penting sejak usia muda. Pengalaman ini membuat Zillennials cenderung lebih tangguh, tetapi juga menghadapi tantangan emosional dan sosial yang kompleks.
Punya keunggulan adaptasi dan perspektif luas
Meski sering dianggap “di tengah-tengah”, posisi ini justru memberi keunggulan tersendiri. Zillennials cenderung lebih memahami perbedaan perspektif, sehingga lebih mudah beradaptasi di lingkungan sosial maupun profesional.
Zillennials mungkin hanya kelompok kecil, tetapi mereka memainkan peran penting sebagai penghubung dua generasi besar.
Jakarta: Istilah generasi terus berkembang. Kini muncul sebutan baru yang mulai ramai diperbincangkan, yaitu Zillennials.
Generasi ini dianggap sebagai “jembatan” antara
milenial dan Gen Z, dengan karakteristik yang unik dan berbeda dari keduanya.
“Zillennials merujuk pada kelompok kecil yang lahir antara awal tahun 1990-an dan awal tahun 2000-an,” kata Deborah Carr, profesor sosiologi dan direktur Pusat Inovasi dalam Ilmu Sosial di Universitas Boston dikutip dari Gulfcoastnewsnow.com pada Kamis, 23 April 2026.
“Mereka berada di perbatasan antara Gen Z dan milenial, sehingga muncul label gabungan zillennial," imbuhnya.
Siapa itu Zillennials?
Secara umum, Zillennials adalah mereka yang lahir di kisaran 1992 hingga awal 2000-an. Namun, batasan ini tidak sepenuhnya baku dan masih menjadi perdebatan para ahli.
Kelompok ini sering merasa tidak sepenuhnya cocok dengan dua generasi besar tersebut. Mereka punya pengalaman hidup yang berada di tengah. Tidak menjadi milenial dan Gen Z sepenuhnya.
Tumbuh di era transisi teknologi
Salah satu pembeda utama Zillennials adalah pengalaman mereka dengan teknologi. Mereka tumbuh bersama perkembangan digital, tapi tidak sejak lahir seperti Gen Z.
Pengalaman ini membuat Zillennials lebih fleksibel dalam beradaptasi, karena memahami dua dunia sekaligus era sebelum dan sesudah ledakan media sosial.
Mengalami peristiwa besar sejak dini
Generasi ini juga dibentuk oleh berbagai peristiwa nasional dan global penting sejak usia muda. Pengalaman ini membuat Zillennials cenderung lebih tangguh, tetapi juga menghadapi tantangan emosional dan sosial yang kompleks.
Punya keunggulan adaptasi dan perspektif luas
Meski sering dianggap “di tengah-tengah”, posisi ini justru memberi keunggulan tersendiri. Zillennials cenderung lebih memahami perbedaan perspektif, sehingga lebih mudah beradaptasi di lingkungan sosial maupun profesional.
Zillennials mungkin hanya kelompok kecil, tetapi mereka memainkan peran penting sebagai penghubung dua generasi besar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ANN)