Jakarta: Golongan darah O disebut lebih disukai nyamuk dibandingkan golongan darah lainnya. Hal ini nyatanya memiliki penjelasan ilmiah.
Beberapa penelitian, termasuk yang dipublikasikan dalam Journal of Medical Entomology, menemukan bahwa nyamuk, terutama spesies nyamuk penyebab demam berdarah, aedes aegypti lebih sering hinggap pada individu dengan golongan darah O dibandingkan golongan darah A.
Frekuensinya bahkan disebut hampir dua kali lebih tinggi, sedangkan golongan darah B berada di antara keduanya.
Penelitian tersebut juga mengungkap bahwa sekitar 80 persen manusia menghasilkan sinyal kimia melalui kulit yang dapat menunjukkan golongan darah. Nyamuk memiliki kemampuan sensorik untuk mendeteksi sinyal ini sebelum memutuskan untuk hinggap dan menghisap darah.
Baca Juga :
Studi Ungkap Pemilik Golongan Darah A Lebih Rentan Terkena Stroke
Golongan darah bukan satu-satunya faktor
Meski demikian, para ahli menegaskan bahwa golongan darah bukan satu-satunya faktor. Ada sejumlah hal lain yang turut memengaruhi ketertarikan nyamuk.
Pertama, kadar karbondioksida (CO2). Orang yang menghasilkan CO2 lebih banyak, seperti saat berolahraga atau memiliki ukuran tubuh lebih besar, cenderung lebih mudah dihinggapi nyamuk.
Kedua, suhu tubuh dan keringat. Kandungan seperti asam laktat dan amonia dalam keringat menjadi daya tarik bagi nyamuk.
Ketiga, warna pakaian. Nyamuk menggunakan penglihatan untuk mencari target, sehingga warna gelap seperti hitam atau biru tua lebih mudah menarik perhatian nyamuk.
Meski secara statistik pemilik golongan darah O lebih rentan, langkah pencegahan tetap menjadi hal utama. Penggunaan losion antinyamuk, menjaga kebersihan lingkungan, serta menghindari paparan nyamuk di area berisiko tinggi perlu dilakukan.
Jakarta:
Golongan darah O disebut lebih disukai
nyamuk dibandingkan golongan darah lainnya. Hal ini nyatanya memiliki penjelasan ilmiah.
Beberapa penelitian, termasuk yang dipublikasikan dalam Journal of Medical Entomology, menemukan bahwa nyamuk, terutama spesies nyamuk penyebab demam berdarah, aedes aegypti lebih sering hinggap pada individu dengan golongan darah O dibandingkan golongan darah A.
Frekuensinya bahkan disebut hampir dua kali lebih tinggi, sedangkan golongan darah B berada di antara keduanya.
Penelitian tersebut juga mengungkap bahwa sekitar 80 persen manusia menghasilkan sinyal kimia melalui kulit yang dapat menunjukkan golongan darah. Nyamuk memiliki kemampuan sensorik untuk mendeteksi sinyal ini sebelum memutuskan untuk hinggap dan menghisap darah.
Golongan darah bukan satu-satunya faktor
Meski demikian, para ahli menegaskan bahwa golongan darah bukan satu-satunya faktor. Ada sejumlah hal lain yang turut memengaruhi ketertarikan nyamuk.
Pertama, kadar karbondioksida (CO2). Orang yang menghasilkan CO2 lebih banyak, seperti saat berolahraga atau memiliki ukuran tubuh lebih besar, cenderung lebih mudah dihinggapi nyamuk.
Kedua, suhu tubuh dan keringat. Kandungan seperti asam laktat dan amonia dalam keringat menjadi daya tarik bagi nyamuk.
Ketiga, warna pakaian. Nyamuk menggunakan penglihatan untuk mencari target, sehingga warna gelap seperti hitam atau biru tua lebih mudah menarik perhatian nyamuk.
Meski secara statistik pemilik golongan darah O lebih rentan, langkah pencegahan tetap menjadi hal utama. Penggunaan losion antinyamuk, menjaga kebersihan lingkungan, serta menghindari paparan nyamuk di area berisiko tinggi perlu dilakukan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(PRI)